Kekeringan di Gresik, Warga Antre Bawa Jeriken untuk Ambil Air dari Telaga

Agus Ismanto ยท Jumat, 26 Juli 2019 - 02:15 WIB
Kekeringan di Gresik, Warga Antre Bawa Jeriken untuk Ambil Air dari Telaga
Kondisi sumur mulai mengering di musim kemarau. (Foto: Dok iNews).

GRESIK, iNews.id - Kekeringan melanda puluhan desa di Kecamatan Benjeng dan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim). Mereka terpaksa memanfaatkan telaga (waduk) karena sumur di rumah mulai mengering.

Krisis air bersih telah berlangsung selama dua bulan terakhir. Kondisi ini menyebabkan warga harus berburu air bersih di telaga, dengan membawa gerobak berisi jeriken air.

"Soalnya kondisi sumur sudah kering," kata seorang warga, Bejo, kepada wartawan di Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Jatim, Kamis (25/5/2019).

Sebagian warga mengaku, selain kering air sumur mereka juga mulai terasa asin, sehingga mereka tak berani mengambil sumber mata air di sana sementara waktu.

Beberapa warga lain, kata dia, harus mengeluarkan biaya ekstra sekitar Rp200.000 per pekan untuk membeli air dari pedagang keliling.

"Tapi banyak juga yang memanfaatkan air telaga untuk mandi, memasak, mencuci, bahkan minum," ujar dia.

BPBD Kabupaten Gresik mencatat, sebanyak 62 desa tersebar di delapan kecamatan, rawan krisis air bersih. Di antaranya, Balung Panggang, Benjeng, Cerme, Menganti, Duduk Sampean, Kedamean, Bunga dan Sidayu.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal