Kehidupan di Pelosok Desa Pedalaman Trenggalek Jawa Timur, Suasananya Bikin Tentram

Ihya Ulumuddin ยท Senin, 17 Oktober 2022 - 09:29:00 WIB
Kehidupan di Pelosok Desa Pedalaman Trenggalek Jawa Timur, Suasananya Bikin Tentram
Warga di pedalaman Trenggalek Jawa Timur pulang dari mencari kayu bakar. (Foto: YouTube @tobilvlog).

SURABAYA, iNews.id - Kehidupan di pelosok desa pedalaman Trenggalek Jawa Timur mungkin belum banyak yang tahu. Selain karena jarang terekspose, lokasi desa-desa tersebut juga berada jauh dari pusat kota Kabupaten Trenggalek. 

Berdasarkan topografinya, desa pedalaman Trgenggalek umumnya berada di daerah perbukitan. Akses menuju ke lokasi tentu tidak mudah, kendati sudah ada transportasi seperti mobil maupun motor. Apalagi, wilayah Kabupaten Trenggalek juga cukup luas, yakni 1.261,40 km². Wilayah ini terbagi atas 14 kecamatan, lima kelurahan dan 152 desa.  

Berdasarkan catatan Wikipedia, pada tahun 2017, jumlah penduduk Kabupaten Trenggalek mencapai 736.629 jiwa dengan luas wilayah 1.147,22 km² dan sebaran penduduk 642 jiwa per kilometer persegi. Kondisi ini menunjukkan wilayah Trenggalek belum begitu padat. 

Layaknya masyarakat pedesaan, penduduk desa di pedalaman Trenggalek umumnya bermatapencaharian sebagai petani, terutama yang tinggal di wilayah perbukitan. Selain sawah, mereka juga memanfaatkan lereng-lereng bukit untuk bercocok tanam. 

Lalu, seperti apa kehidupan keseharian mereka, berikut ulasannya: 

Permukiman

Warga di pelosok desa pedalaman Trenggalek Jawa Timur (Foto: Youtube @tobilvlog).
Warga di pelosok desa pedalaman Trenggalek Jawa Timur (Foto: Youtube @tobilvlog).

Rumah-rumah di pelosok desa pedalaman Trenggalek umumya terbuat dari papan kayu atau anyaman bambu (gedhek). Ukurannya juga tidak terlalu besar, menyesuaikan luas tanah dan jumlah penghuninya. 

Sementara lantainya juga masih berupa tanah biasa. Namun, beberapa di antaranya juga sudah dipugar, diganti dengan tembok batu bata atau bahkan berkeramik. 

Rumah-rumah ini biasanya milik mereka yang ekonominya lebih baik. Atau mereka yang anggota keluarganya bekerja di kota menjadi buruh pabrik atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.   

Di samping kanan dan kiri rumah tedapat tumpukan kayu kering untuk memasak. Sebab, umumnya mereka masih menggunakan tungku atau pawon. Kayu-kayu itu mereka tata dengan rapi dan akan diambil seperlunya untuk memasak. 

Di belakang rumah, biasanya terdapat kandang ayam, kambing atau juga sapi. Hewan-hewan itu mereka pelihara secara konvensional, sekadar berkembang biak dan bisa menjadi tabungan.

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2 3

Follow Berita iNewsJatim di Google News

Bagikan Artikel: