Kecewa Soal Ujian Berisi Materi Khilafah, PWNU Jatim Desak Kemenag Serius Perangi Radikalisme

Ihya' Ulumuddin ยท Kamis, 05 Desember 2019 - 17:55 WIB
Kecewa Soal Ujian Berisi Materi Khilafah, PWNU Jatim Desak Kemenag Serius Perangi Radikalisme
Wakil Ketua Tanfidziah PWNU Jatim, KH Abdussalam Sokhib (Gus Salam). (Foto: iNews.id/Ihya Ulumuddin).

SURABAYA, iNews.id - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) mengaku kecewa atas munculnya materi khilafah di soal ujian semester di tingkat madrasah aliyah Kabupaten Kediri. Kementerian Agama (Kemenag) diminta serius perangi radikalisme.

PWNU Jatim menilai, munculnya materi khilafah bukan kesalahan pembuat soal. Melainkan sosok dibalik pembuat buku panduan. Sebab, selama ini, guru pembuat soal berpedoman pada buku panduan yang ada.

"Tentu kami menyayangkan. Sumbernya itu siapa, jangan salahkan pembuat soal," kata Wakil Ketua Tanfidziah PWNU Jatim, KH Abdussalam Sokhib (Gus Salam), Kamis (5/12/2019).

BACA JUGA: Naskah Ujian Madrasah Berisi Khilafah Beredar di Sidoarjo, Kemenag: Itu Sesuai Kurikulum

Menurut dia, kasus soal ujian berisi materi khilafah, bukanlah yang pertama. Beberapa waktu lalu, kasus serupa juga terjadi. Namun, sampai saat ini belum juga bisa diatasi.

Karena itu, pihaknya mendesak Kemenag serius dalam memberangus radikalisme. Bukan sekadar wacana saja, karena keberadaan soal-soal berisi khilafah dan radikalisme, harus menjadi pelajaran semua pihak.

BACA JUGA: Beredar Soal Ujian Semester Madrasah Aliah di Kediri Memuat Khilafah

"Tidak berhenti dengan bubarnya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Hal ini dibuktikan dengan masih adanya pemikiran tentang khilafah dan bahkan di instansi pemerintah," katanya.

Apalagi soal-soal tersebut merupakan soal di madrasah aliyah (MA) yang berada dibawah naungan Kemenag. Karena itulah, PWNU Jatim meminta agar Kemenag serius menangani kasus ini.

Diketahui, soal ujian bermuatan radikalisme dan khilafah muncul pada ujian semester tingkat Madrasah Aliyah se-Wilayah Kerja Kediri Utara. Sejumlah pihak pun bereaksi atas soal ini.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal