Kasus Positif Corona di Surabaya Makin Tinggi, Khofifah Panggil Risma Bahas PSBB

Ihya Ulumuddin ยท Sabtu, 18 April 2020 - 22:23 WIB
Kasus Positif Corona di Surabaya Makin Tinggi, Khofifah Panggil Risma Bahas PSBB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat rapat koordinasi dengan instansi terkait. (Foto: istimewa)

SURABAYA, iNews.id – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa akan memanggil Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Minggu (19/4/2020). Orang nomor satu di Surabaya itu akan dipanggil untuk membahas Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), menyusul jumlah pasien positif corona yang cukup tinggi.

Selain Tri Rismaharini, Khofifah juga akan memanggil dua kepala daerah yang berbatasan dengan Kota Surabaya. Mereka antara lain Bupati Gresik Sambari Halim serta Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin.

“Selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur, kami akan memanggil ketiga kepala daerah pada hari Minggu besok, untuk menentukan tindak lanjut peraturan dari menteri kesehatan tentang PSBB,” kata Khofifah saat menyampaikan update kasus corona (Covid-19) di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (18/4/2020).

Khofifah mengatakan, pembahasan PSBB cukup mendesak, terutama untuk Kota Surabaya yang jumlah kasus positifnya cukup tinggi. Berdasarkan data persebaran covid-19 tanggal 18, jumlah positif Covid -19 di Surabaya terkonfirmasi 270 orang; PDP sebanyak 703 orang dan ODP sebanyak 1.806 orang.

“Dalam catatan, konfirmasi positif setiap hari yang berasal dari PDP di Surabaya ini rata-rata 50-60 persen,” katanya.

Khofifah menjelaskan, rekomendasi PSBB untuk Kota Surabaya juga telah disampaikan oleh Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI). Berdasarkan kajian epidemiologi yang yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (PMK), kondisi Surabaya sudah mengharuskan PSBB.

“Berdasarkan penilaian (kajian epidemiologi) tersebut, total nilai untuk Surabaya mencapai nilai 10, atau tertinggi dari skala evaluasi. Maka rapat PERSI hari ini menekankan pentingnya penerapan status PSBB untuk kota Surabaya,” ujarnya.

Penilaian tersebut kata Khofifah merujuk pada beberapa catatan. Di antaranya doubling time telah terjadi empat kali, serta telah terjadi transmisi level 2 (propagated spread) dan transmisi lokal maupun lintas wilayah.

Atas situasi Surabaya itu, Khofifah juga memandang penting untuk berkoordinasi dengan dua wilayah perbatasan, yakni Sidoarjo dan Gresik. Sebab, kedua wilayah itu memiliki pola interaksi kewilayahan yang sangat erat.

“Interaksi kewilayahan ini juga turut menunjukkan kenaikan kasus Covid-19 yang sangat signifikan,” katanya.

Khofifah menyebutkan, dari 18 kecamatan di Gresik, saat ini 11 kecamatan telah memiliki kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 20 orang. Kemudian, pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 102 orang, dan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 1.073 orang.

Sementara dari 18 Kecamatan di Sidoarjo, saat ini 14 kecamatan telah memiliki kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 55 orang, PDP sebanyak 118 orang dan ODP sebanyak 497 orang.


Editor : Maria Christina