Kasus Isu Keperawanan Atlet Berakhir Damai, Tim Pelatih Senam Minta Maaf ke Shalfa

Afnan Subagio · Senin, 16 Desember 2019 - 11:41 WIB
Kasus Isu Keperawanan Atlet Berakhir Damai, Tim Pelatih Senam Minta Maaf ke Shalfa
Pelatih senam nasional bersama perwakilan keluarga Shalfa Avrila Sania berpelukan dan sepakat berdamai atas permasalahan yang telah terjadi. (Foto: iNews/Afnan Subagio)

KEDIRI, iNews.id – Kasus isu keperawanan yang berujung pencoretan atlet senam artistik Shalfa Avrila Sania asal Kediri pada Sea Games 2019 berakhir damai. Tim pelatih senam nasional dan pelatih kepala untuk wilayah Jawa Timur datang meminta maaf atas permasalahan yang telah terjadi.

Permintaan maaf ini pun diterima baik perwakilan keluarga Shalfa dalam pertemuan secara kekeluargaan, Minggu (15/12/2019). Mereka saling berjabat tangan dan berpelukan hingga menandatangani perjanjian damai di atas materai.

Pelatih senam nasional dan pelatih kepala Jatim Indra Sibarani mengungkapkan, pertemuan kekeluargaan ini untuk menyambung kembali silaturahmi. Semua yang terjadi dijadikan sebagai pengalaman. Dan pihak pelatih, sebagai orangtua Shalfa di dunia senam lantai menyampaikan permohonan maaf untuk semuanya.

“Kami sebagai orangtua Shalfa di sana datang ke sini untuk memohon maaf atas yang telah terjadi. Kedekatan kami sudah panjang karena telah membimbing Shalfa sejak kelas empat SD. Rasa sayang kami tidak berkurang. Dan kami sesama tim pelatih telah sepakat untuk membimbing Shalfa,” ujar Indra, Minggu (15/12/2019).

Menurutnya, Shalfa akan disiapkan untuk tampil di PON 2020 di Papua. Mereka akan membimbing proses latihan di Kediri, karena anak sulung dari dua bersaudara itu telah pindah sekolah dari Gresik ke SMAN 7 Kota Kediri pascakasus yang menderanya.

“Kami akan bimbing Shalfa agar dapat tampil dan berprestasi di ajang PON tahun mendatang,” katanya.

Sementara itu, Penasihat hukum Shalfa sekaligus perwakilan keluarga Imam Mohlas, menerima permintaan maaf tersebut. Persoalan ini dianggap telah selesai dengan jalan mediasi.

“Artinya kami mengesampingkan permasalahan yang ada dan menerima permohonan maaf dari pelatih. Keluarga juga masih berharap Shalfa dapat mewakili Jatim untuk PON 2020,” kata Imam.

Pihak keluarga juga mengucapkan terima kasih kepada wali kota Kediri, ketua KONI Jatim, gubernur dan Sesmenpora yang selama ini mendorong penyelesaian masalah tersebut.

Sebelumnya, atlet senam artistik asal Kota Kediri Shalfa Avrila Sania dicoret dari skuad Timnas Sea Games 2019 setelah dihantam isu keperawanan. Bahkan, selama mengikuti puslatda kurang lebih 19 bulan dan pelatnas dua bulan, Shalfa hanya menerima honorarium senilai Rp200.000 per bulan.


Editor : Donald Karouw