Kasus DBD Jatim Lebih dari Separuh Covid-19, DPRD: Ini Harus Serius Ditangani

Ihya Ulumuddin ยท Senin, 22 Juni 2020 - 15:22 WIB
Kasus DBD Jatim Lebih dari Separuh Covid-19, DPRD: Ini Harus Serius Ditangani
Wakil Ketua DPRD Jatim, Anik Maslachah. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.id – DPRD Jawa Timur (Jatim) meminta pemerintah provinsi serius menangani Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebab, selain Covid-19, angka penderita DBD di Jatim saat ini juga cukup tinggi dan menjadi ancaman.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, saat ini, total jumlah penderita akibat gigitan nyamuk aedes aegypti di Jatim mencapai 5.104 orang. Lebih dari separo kasus positif Covid-19.

“Ini fakta baru tentang DBD. Maka jangan diremehkan. Pemerintah Provinsi Jatim harus membagi peran. Selain menangani Covid-19, DPD ini juga harus menjadi perhatian. Jangan sampai kasus bertambah dan menimbulkan banyak korban,” kata Wakil Ketua DPRD Jatim Anik Maslachah, Senin (22/6/2020).

Anik mengatakan, selain jumlah kasus banyak, angka kematian DBD Jatim juga cukup tinggi, sebanyak 50 orang. “Jumlah ini setara dengan 1 persen kasus,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Atas kasus ini, Anik mengimbau masyarakat untuk berperan aktif membersihkan lingkungan dan juga menjaga pola hidup sehat. Sebab, upaya pengasapan atau fogging juga tak efektif menghambat penyebaran jentik nyamuk. Ini karena sifatnya hanya menghambat kurva epidemi.

“Kekebalan tubuh berperan aktif dalam menurunkan epidemi. Ketika jumlah kasus infeksi baru lebih sedikit dari kasus sembuh, itulah kondisi efektif untuk menurunkan angka kasus infeksi BDB,” katanya.

Karena itu, masyarakat, kata Anik, harus diberi pengertian untuk melakukan berbagai upaya pencegahan. Mulai dari menguras dan membersihkan tempat penampungan air, seperti bak mandi, vas bunga, kolam, genangan air.

Kemudian, menutup rapat penampungan air seperti gentong air. Bila perlu, ember diletakkan dalam posisi terbalik. Mengubur barang bekas serta menabur bubuk abate pada tempat penampungan air. Tidak kalah penting, membuka jendela dan pintu agar sirkulasi udara berjalan baik.

“Pengendalian nyamuk tak cukup hanya dengan membunuh nyamuk dewasa. Perlu juga antisipasi terhadap larva serta jentik nyamuk. Oleh karena itu, dilakukan bersama,” katanya.

Sebab, upaya pengasapan atau fogging juga tak begitu efektif menghambat penyebaran jentik nyamuk apabila tak dibarengi dengan pola hidup sehat menjaga lingkungan. Sebab, sifatnya hanya menghambat kurva epidemi.


Editor : Ihya Ulumuddin