Kader Muda NU Serukan PBNU Kembali ke AD/ART dan Hormati Islah Para Kiai Sepuh
“Islah adalah jalannya para kiai. Ketika pintu dialog ditutup dan keputusan diambil sepihak, maka itu bukan lagi tradisi NU. Maka dari itu, forum konsolidasi ini adalah gerakan moral untuk memastikan NU tetap berada di rel yang benar,” ucapnya.
Forum konsolidasi Jaringan Kader Muda NU tersebut kemudian menghasilkan sejumlah pernyataan sikap. Mereka menolak segala bentuk kesewenang-wenangan di tubuh PBNU dan menolak tindakan yang mengabaikan AD/ART.
Para peserta juga meminta agar kiai dan pengurus tidak mendasarkan keputusan strategis pada fitnah tanpa melalui proses tabayyun.
Para kader menegaskan, langkah yang mereka tempuh bukan bentuk pembangkangan terhadap struktur. Gerakan ini disebut sebagai upaya menegakkan kembali tradisi Jam’iyah yang dibimbing para kiai sepuh. Nama-nama pesantren rujukan seperti Ploso dan Tebuireng disebut sebagai simbol sanad keulamaan yang ingin mereka jaga.
Mereka berharap, suara moral dari konsolidasi kader muda NU ini dapat menjadi pengingat bagi seluruh jajaran pengurus. Tujuannya agar NU tetap berada di jalur khidmat kepada umat, menjaga persatuan, serta merawat marwah organisasi di tengah dinamika internal yang mengemuka.
Editor: Donald Karouw