Jenazah di Surabaya Tertukar, Diketahui saat Akan Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Okezone.com, Syaiful Islam ยท Kamis, 25 Juni 2020 - 13:12 WIB
Jenazah di Surabaya Tertukar, Diketahui saat Akan Dimakamkan dengan Protokol Covid-19
Ilustrasi prosesi pemakaman jenazah pasien positif Covid-19. (Foto: iNews/Yoel Yusvin).

SURABAYA, iNews.id - Jenazah pasien Covid-19 di Surabayat tertukar saat akan dimakamkan. Peristiwa ini terekam kamera dan viral di grup-grup media sosial.

Dalam video berdurasi 1 menit 39 detik ini terlihat ada lima petugas memakai APD lengkap tengah mengeluarkan peti jenazah dari mobil ambulans menuju pemakaman. Tak lama kemudian, mereka kembali mengangkat peti mati tersebut masuk ke dalam ambulans.

Tak hanya itu, dalam video yang direkam di kawasan Jambangan, Kota Surabaya ini juga terdengar suara tangisan dari keluarga almarhum.

Setelah ditelusuri ternyata jenazah yang akan dikubur tertukar. Jenazah yang dibawa ke kawasan Jambangan seharusnya berjenis kelamin laki-laki. Namun jenazah yang ada dalam peti dan akan dimakamkan dengan protokol Covid-19 berjenis kelamin perempuan.

Setelah dicek, jenazah perempuan itu merupakan warga Wonocolo, Surabaya.

Salah satu keluarga almarhum, Amir Mahmud (53) menyatakan, dirinya dan warga mengetahui jenazah tertukar ketika membaca surat yang diberikan petugas dari rumah sakit. Dalam surat itu nama dan jenis kelamin tidak sesuai dengan almarhum.

"Di peti jenazah tertera nama perempuan. Saya kaget karena nama dan jenis kelamin tidak sesuai dengan almarhum," kata Amir Mahmud, Rabu (24/6/2020).

Menurut Amir, sepupunya masuk ke Rumah Sakit Islam, Wonokromo, Surabaya karena menderita sakit jantung. Setelah dirawat sekitar 1 jam, pasien meninggal dunia.

Sementara juru bicara RSI Wonokromo Surabaya, Budi Setyanto, menyatakan ada satu prosedur yang terlewatkan terkait kasus tersebut. Seharusnya, pada saat jenazah diserahterimakan ke ambulans, ada identifikasi jenazah yang ada di peti. Hal tersebut tidak dibaca.

"Tadi ada yang meninggal dua yang harus dengan protokol Covid-19. Tidak dicek. Murni kesalahannya rumah sakit. Tidak mengecek identitas di peti. Apalagi pakai protokol Covid-19 teman-teman segera bergegas. Kebetulan ada laki-laki dan perempuan. Tertukar. Keluarga sudah menerima, sudah diberi penjelasan," kata Budi.

Selanjutnya, kejadian tersebut menjadi koreksi bagi pengelola rumah sakit. Budi mengatakan selama semua prosedur dilakukan dengan lancar.

Bahkan, tempo hari ada empat jenazah dan tidak ada masalah. Meskipun bukan RS rujukan Covid-19, tapi RS juga merawat pasien terkena Covid-19.


Editor : Umaya Khusniah