Jelang Valentine, Pemkot Mojokerto Razia Alat Kontrasepsi dan Toko Obat Dewasa

Sholahudin ยท Rabu, 12 Februari 2020 - 20:02 WIB
Jelang Valentine, Pemkot Mojokerto Razia Alat Kontrasepsi dan Toko Obat Dewasa
Tim dari Pemkot Mojokerto memindahkan alat-alat kontrasepsi dan alat bantu seks ke tempat lebih tersembunyi di salah satu toko modern di Kota Mojokerto, Jatim, Rabu (12/2/2020). (Foto: iNews/Sholahudin)

MOJOKERTO, iNews.id – Jelang Hari Valentine 14 Februari 2020, Pemkot Mojokerto merazia toko-toko modern yang menjual alat kontrasepsi atau kondom dan obat dewasa. Razia tersebut diharapkan bisa mengantisipasi para pelajar dan anak di bawah umur melakukan hubungan seks bebas di hari tersebut.

Razia digelar petugas gabungan Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkot Mojokerto.

Petugas gabungan mendatangi satu per satu sejumlah toko. Mereka langsung memeriksa etalase tempat memajang alat kontrasepsi dan obat kuat. Petugas lalu meminta kepada karyawan toko untuk memindahkan ke etalase dan tempat tersembunyi.

Selain itu, petugas mengimbau para karyawan agar tidak memberikan dengan mudah alat kontrasepsi dan obat kuat kepada setiap pembeli. Mereka perlu meminta kartu tanda penduduk (KTP) kepada pembeli sehingga tidak ada anak di bawah umur yang lolos membeli.

Kepala Satpol PP Pemkot Mojokerto Heryana Dodik Murtono mengatakan, razia alat kontrasepsi itu merupakan atensi pimpinan dari Wali Kota Mojokerto untuk mencegah penyalahgunaan alat kontrasepsi di kalangan remaja dan pelajar. Pasalnya, beberapa saat lalu, petugas Satpol PP juga menemukan alat kontrasepsi saat razia pelajar.

“Dalam waktu dekat juga ada perayaan Valentine. Kami berharap dengan razia ini, para pelajar dan remaja terhindar dari perayaan Valentine yang tidak selayaknya,” kata Heryana Dodik Murtono.

Saat razia di toko obat dewasa di Jalan Brawijaya, Kota Mojokerto, petugas menemukan berbagai merek obat kuat dewasa tanpa dilengkapi dengan surat dari dokter. Padahal obat-obat tersebut tergolong berbahaya jika digunakan secara sembarangan. “Untuk tindak lanjutnya, nanti kami akan koordinasi,” katanya.

Salah satu karyawan toko modern, Linda, mengatakan tidak keberatan dengan aturan dari Pemkot Mojokerto. Selama ini pembeli alat kontrasepsi di tempatnya bekerja para orang dewasa. Mereka juga tidak melayani pembeli yang mengenakan seragam sekolah.

“Selama saya di sini, jarang yang beli. Kalaupun ada yang beli, pasti orang dewasa aja, dan enggak boleh yang berseragam sekolah. Kami memang enggak menanyakan KTP-nya, tapi kan bisa kelihatan dari wajahnya dia sudah dewasa,” kata Linda.


Editor : Maria Christina