Jelang Idul Adha, Gubernur Khofifah Kawal Distribusi 1.000 Dosis Vaksin PMK di Jatim

Ihya Ulumuddin · Jumat, 17 Juni 2022 - 16:13:00 WIB
Jelang Idul Adha, Gubernur Khofifah Kawal Distribusi 1.000 Dosis Vaksin PMK di Jatim
Gubernur Khofofah memanau vaksinasi PMK untuk sapi di Sidoarjo, Jumat (17/6/2022). (istimewa).

SIDOARJO, iNews.id - Sebanyak 1.000 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) didistribusikan ke sejumlah peternak di Jawa Timur. Distribusi vaksin ini dikawal langsung Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa.

Hari ini misalnya, Khofifah bersama Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, meninjau vaksinasi PMK di sentra peternakan sapi di Kecamatan Taman Sidoarjo. Terdapat 30 ekor sapi perah yang disuntik vaksin. 

Berdasarkan informasi, dari total vaksin PMK yang diimpor oleh Kementerian Pertanian sebanyak 3 juta dosis, Jawa Timur mendapat kuota sebanyak 1,5 juta dosis. Dari jumlah tesebut sebanyak 10.000 dosis telah masuk ke Indonesia dan 1.000 dosis telah masuk di Jawa Timur pada hari selasa 14 Juni 2022.  

Selanjutnya langsung didistribusikan ke Kab. Sidoarjo sebanyak 200 dosis dan Pasuruan sebanyak 800 dosis.

Gubernur Khofifah menjelaskan, pemberian vaksin PMK kepada sapi ini membutuhkan tiga kali vaksin. Tahap pertama dilakukan saat ini. Kemudian, tahap kedua dilakukan setelah empat atau enam minggu pemberian vaksin dosis pertama. Sedangkan, tahap ketiga akan diberikan setelah enam bulan pemberian vaksin kedua. 

"Vaksin yang dikirim ke Jatim masih minim yakni 1.000 dosis dan baru terpakai sejumlah 200 suntikan. Dalam sekali membuka botol vaksin mampu untuk menyuntik 100 sapi dan harus habis disuntikkan. Saat ini prioritas untuk sapi perah," katanya. 

Khofifah menegaskan, prioritas penyuntikan vaksinasi ini diutamakan bagi Sapi Perah mengingat stock yang sangat terbatas. Untuk itu, diharapkan vaksin lokal dari Pusvetma bisa segera rampung pada akhir Bulan Juli atau awal Agustus.

"Kebutuhan vaksin menurut kami sangat emergency sekali. Karena percepatan transmisi penularan PMK sangat cepat. Oleh karena itu, kami harap ada percepatan suplai vaksin dari pemerintah pusat sembari menunggu vaksin lokal dari Pusvetma," jelasnya. 

Lebih lanjut disampaikan Khofifah, di berbagai kesempatan bersama Forkopimda dan Bupati/Walikota pada saat Rakor telah ditegaskan bahwa penanganan penyakit PMK ini membutuhkan sinergitas yang kuat sama halnya ketika menangani pandemi covid-19 baik secara vertikal maupun horisontal.

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: