Jatim Dipasok 23 Ton Oksigen per Hari, Erick Thohir: Insyaallah Aman

Lukman Hakim ยท Minggu, 22 Agustus 2021 - 23:27:00 WIB
Jatim Dipasok 23 Ton Oksigen per Hari, Erick Thohir: Insyaallah Aman
Menteri BUMN Erick Thohir bersama menteri lainnya dan Gubernur Jatim Khofifah saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di SMPN 1 Padangan, Kabupaten Bojonegoro. (Foto: MNC Portal/Lukman Hakim)

SURABAYA, iNews.id – Provinsi Jawa Timur (Jatim) akan dipasok oksigen sebanyak 23 ton per hari dari pabrik PT Petrokimia Gresik. Pasokan oksigen tersebut dipastikan aman untuk memnuhi kebutuhan di seluruh daerah di Jatim.

"Karena dengan mulai produksinya pabrik Petrokimia Gresik kemarin, siap untuk 23 ton perhari. Saya rasa itu sangat besar. Jadi Insyaallah aman," kata Menteri BUMN Erick Thohir  saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di SMPN 1 Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (22/8/2021). 

Erick Thohir meninjau vaksinasi bersama Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

Turut mendampingi, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Dirut Pelindo III Boy Robyanto, serta Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah.

Erick mengatakan, Covid-19 dapat disembuhkan berseiring dengan bantuan vaksin dan obat-obatan gratis yang diberikan Presiden Joko Widodo. 

"Untuk di Jawa-Bali jumlahnya sangat besar. Itu 300.000 obat. Kemarin juga ditambahkan lagi 50.000 untuk Jawa-Bali. Mudah-mudahan masyarakat bisa bekerja dengan tenang," ujarnya. 

Mensesneg Pratikno menambahkan, saat ini pemerintah terus memaksimalkan vaksinasi di seluruh pelosok Indonesia. Di mana hal ini juga ditunjang dengan penambahan jumlah vaksin yang saat ini berhasil terus ditambah secara bertahap. 

"Ini tentu saja membutuhkan dukungan dari semua pihak. Jadi mohon agar kita bersama-sama mendukung mempercepat program vaksinasi ini," katanya. 

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir serentak melaksanakan vaksinasi, yakni sebanyak 22.590 orang. Jumlah tersebut terdiri dari para siswa, komunitas pelaku angkutan dan masyarakat di Bojonegoro. 

"Percepatan vaksinasi menjadi bagian yang sangat penting. Sehingga pengendalian Covid-19 bisa kita maksimalkan," katanya.

Editor : Kastolani Marzuki

Bagikan Artikel: