Janda Muda di Banyuwangi Nekat Merampok dan Menganiaya Nenek-Nenek

Ihya Ulumuddin, Eko Suryono ยท Selasa, 18 September 2018 - 12:23:00 WIB
Janda Muda di Banyuwangi Nekat Merampok dan Menganiaya Nenek-Nenek
Janda muda yang menjadi tersangka kasus perampokan yang disertai penganiayaan. (Foto: iNews/Eko Suryono)

BANYUWANGI, iNews.id - Seorang janda muda Novita (30), warga Krajan Surodilagan, Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) nekat merampok rumah tetangganya seorang nenek-nenek bernama Sumariyah (70). Tak hanya merampas uang dan perhiasan, pelaku juga tega menganiaya korban dengan cara membenturkan kepalanya ke tembok dan melukai tangannya dengan pisau.

Informasi yang dirangkum iNews, aksi keji perampokan ini terjadi Senin  (17/9/2018) pukul 08.00 WIB. Berawal saat pelaku berniat merampok dan memasuki rumah tetangganya. Namun aksi itu diketahui pemilik rumah Nenek Sumariyah. Tanpa curiga dia yang sudah mengenal pelaku menanyakan keperluan pelaku.

"Saat ketahuan itu pelaku mengaku ingin buang air kecil sehingga korban membukakan pintu rumahnya," kata Kapolsek Banyuwangi AKP Ali Masduki, Selasa (18/9/2018).

Saat korban membukakan pintu, pelaku langsung memegang kepala korban dan membenturkannya ke tembok hingga beberapa kali. Dalam kondisi ini pelaku kemudian mengambil pisau di dalam rumah korban. Pisau itu digunakan untuk mengancam korban agar menunjukkan tempat barang berharga miliknya.

Dalam kondisi tersudut, korban kemudian menunjukkan tas kecil yang berisi perhiasan. Selanjutnya pelaku meninggalkan korban dalam keadaan terluka. Saat itulah, korban berteriak minta tolong. Warga yang mengetahui hal itu kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke polisi.

"Kebetulan lokasi TKP (tempat kejadian perkara) hanya berjarak kurang lebih satu kilometer sehingga kami bisa segera ke sana dan menangkap pelaku," ujar Ali Masduki.

Sesaat sebelum ditangkap, pelaku sempat membuang tas kecil yang berisi perhiasan. Pelaku slanjutnya dibawa ke Polsek Banyuwangi untuk menjalani pemeriksaan. Sementara korban dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapat bantuan medis atas luka yang dideritanya.

Ali Masduki menuturkan, pelaku penganiayaan dan perampokan sudah mengakui perbuatannya. Pemeriksaan juga mengungkap, aksi pelaku ini bukan yang pertama kalinya, namun sudah kerap mencuri. "Sasarannya rumah kosong yang kebetulan sedang ditinggalkan pemiliknya," kata periwa yang pernah menjabat sebagai Kapolsek Bangorejo tersebut.

Korban Sumariyah mengaku tak menyangka tetangganya itu nekat mencuri di dalam rumahnya. Apalagi, selama ini dia juga mengenalnya. "Saya diancam dengan pisau. Diminta menunjukkan tempat perhiasan. Saya juga dilukai di sini," kata Sumariyah sambil menunjuk kepala dan lengan.

Ketua RW setempat Slamet Susanto menuturkan, selama ini perilaku pelaku memang sudah meresahkan warga. Sering kali warga kehilangan barang-barang dan menaruh curiga kepadanya namun tidak memiliki bukti. "Ya baru kali ini terbukti kalau dia yang melakukan pencurian," katanya.

Editor : Donald Karouw

Bagikan Artikel: