Jaga Rahasia Korban Fetish Kain Jarik, Polda Jatim Terjunkan Tim Psikolog

Rahmat Ilyasan ยท Selasa, 04 Agustus 2020 - 19:45 WIB
Jaga Rahasia Korban Fetish Kain Jarik, Polda Jatim Terjunkan Tim Psikolog
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko

SURABAYA, iNews.id – Polda Jawa Timur (Jatim) menerjunkan tim psikolog untuk menangani korban fetish kain jarik mahasiswa Universitas Airlangga (Unair). Selain melakukan pendampingan, para psikolog juga akan ditugaskan menerima aduan para korban.

“Kami akan menjamin kerahasiaan para korban dengan menyiapkan tim psikolog. Karena itu, kami berharap, para korban segera melapor,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Selasa (4/8/2020).

Trunoyudo mengatakan, saat ini sudah ada 25 korban yang melapor secara daring di Help Center Unair. Mereka inilah yang diharapkan segera melapor, sehingga upaya hukum atas dugaan pelecehan seksual lewat fetish kain jarik tersebut bisa diungkap.

Sebab, sampai saat ini belum satupun korban yang datang ke Polda Jatim. Padahal, pihkanya juga sudah membuka hotline dan aplikasi WhastApp untuk menerima pengaduan. “Kami juga masih terus berkoodinasi dengan Unair,” ujarnya.

Trunoyudo mengatakan, selain menunggu laporan, saat ini penyidik juga tengah menelusuri akun yang pertama kali mengunggah kasus fetish jarik di media sossial Twiter. Upaya ini dilakukan untuk mendapatkan konstruksi utuh atas kasus tersebut.

“Akun pelaku juga kami dalami,” ujarnya.

Diketahui, kabar mahasiswa Unair jadi predator fetish atau orientasi seks menyimpang, viral di media sosial. Mahasiswa berinisial G tersebut disebut kerap meminta korbannya mengikat diri dengan kain jarik untuk kepuasan seksual.

Atas kasus ini, Polda Jatim ikut turun tangan. Selain karena ada dugaan unsur pidana, jumlah korban dugaan pelecehan seksual ini juga cukup banyak. Bersama Unair, penyidik masih terus menggali fakta di lapangan.


Editor : Ihya Ulumuddin