Ini Jurus Maut Oknum Kepsek yang Diduga Cabuli Siswi SMK di Surabaya

Ali Masduki ยท Kamis, 04 Maret 2021 - 01:04:00 WIB
Ini Jurus Maut Oknum Kepsek yang Diduga Cabuli Siswi SMK di Surabaya
Ilustrasi pencabulan. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.id - Siswi SMK swasta di Surabaya berinisial ARN (19) melaporkan kepala sekolahnya atas dugaan pencabulan. Dia menjadi korban perbuatan tak senonoh pelaku yang terjadi pada akhir Desember 2019, namun baru dilaporkan ke polisi. 

Korban didampingi ayahnya, melaporkan oknum kepsek berinisial AF ke Polrestabes Surabaya, Rabu (3/3/2021). Laporan diterima dengan tanda bukti lapor Nomor: TBL-B/210/III/RES.1.24/2021/RESKRIM/SPKT Polrestabes Surabaya. 

Korban menceritakan, sejak awal dia tidak memiliki prasangka buruk terhadap pelaku. Mengingat AF merupakan guru dan kepala sekolah yang dihormati banyak orang. Namun tak disangka, ternyata AF tega berbuat tak senonoh saat sekolah dalam keadaan kosong.

Sebelum pencabulan terjadi, ARN memang sudah dekat dengan AF layaknya siswa dan guru. Dia sempat diajak jalan-jalan ke salah satu mal di Surabaya. Karena saking akrabnya, ARN bergurau pada AF dia ingin beli boneka. Tak disangka, ternyata AF mengabulkan keinginanya.

"Waktu di mal saya dibelikan boneka, tas, topi dan headset. Sebelumnya saya memang pernah cerita saya pengen boneka, tapi harganya mahal. Tapi pikiran saya cuma bercanda, ya masak kepala sekolah mau belikan. Ternyata waktu di mal dibelikan," katanya.

Rayuan AF terhadap ARN tidak berhenti di situ. Dia juga menjanjikan akan membantu pembayaran SPP. Tapi bantuan SPP yang dijanjikan itu belum juga muncul sampai sekarang.

Pascakejadian di ruang kepsek, ARN mengaku trauma. Setiap melihat wajah kepseknya timbul rasa takut sehingga dia memutuskan untuk tidak kembali ke sekolah.

"Sejak saat itu saya gak sekolah, takut melihat wajah kepala sekolah. Sejak saat itu juga saya gak pernah balas pesan singkatnya. Telponnya juga gak saya angkat. Tapi dia sempat datang ke rumah saya sekitar 4 kali. Alasannya karena saya gak pernah balas pesan singkat dan tidak pernah ke sekolah," katanya.

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2