Ini Cerita Istri Teroris Ali Kalora Sambut HUT RI di Lapas Malang

Avirista Midaada, Okezone ยท Rabu, 07 Agustus 2019 - 15:45:00 WIB
Ini Cerita Istri Teroris Ali Kalora Sambut HUT RI di Lapas Malang
Narapidana, Tini Susanti Kaduku, istri Ali Kalora jaringan teroris Poso bercerita soal kegiatannya menyambut momen HUT RI 17 Agustus di dalam Lapas Kelas II A Malang. (Foto: Okezone).

MALANG, iNews.id - Narapidana, Tini Susanti Kaduku, istri Ali Kalora jaringan teroris Poso bercerita soal kegiatannya menyambut momen HUT RI 17 Agustus di dalam Lapas Kelas II A Malang. Dia berharap bangsa Indonesia ke depannya bisa lebih baik lagi.

"Zaman dulu waktu SD kita ikut upacara dan lomba-lomba. Ya, saya cuma sering ikut main-main saja," kata dia mengenang masa-masa kecilnya kepada wartawan saat ditemui di Lapas Kelas II A Malang, Jawa Timur (Jatim), Rabu (7/8/2019).

Tini menjadi satu dari 655 narapidana perempuan yang mendiami lapas tersebut. Statusnya di sana sebagai narapidana terorisme sekaligus titipan asal Sulawesi Tengah (Sulteng) lantaran tsunami Palu dan sekitarnya pada September 2018.

Didampingi Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Malang, Ika Yusanti, perempuan asal Poso ini punya harapan singkat bagi bangsa Indonesia dalam momentum HUT RI ke-74 pada 17 Agustus 2019 mendatang.

"Harapannya ya bisa lebih baik lagi," ujar dia.

Tini yang diperkirakan mendapat remisi dan bebas pada November 2019, lebih banyak bercerita mengenai kegiatannya selama menghuni lapas di sana. Serta bagaimana rencana istri Ali Kalora tersebut saat bebas nantinya.

"Pastinya menjalankan kehidupan, sama bisa mengurus anak dengan baik. Insya Allah bisa jadi ibu yang lebih baik," katanya.

Dia juga berharap, pengetahuan dan keterampilan yang didapat dari lapas tersebut menjadi modal berharga saat menghirup udara bebas pada November nanti.

"Selama di sini belajar banyak, bisa belajar masak, belajar kosmetik make-up. Yang paling asyik di bakeri bikin kue. Ya alhamdulillah bisa bikin kue bolu, roti, kue tart. Alhamdulillah sudah bisa. Paling bisa ya kue tart," ujar dia.

Sementara Kepala Lapas Perempuan Kelas II Q Malang Ika Yusanti berharap dengan keterampilan yang didapat, Tini mampu mandiri dan menghidupi anak-anaknya.

"Kalau pulang tetap perlu menghidupi anak-anak. Harapannya dengan belajar buat kue bisa berusaha untuk membantu perekonomian keluarga," kata Ika.

Menurut dia, selama menjadi penghuni lapas, Tini bergaul dengan sesama warga binaan lainnya. Dia menilai, sikapnya saat ini tampak mulai terbuka dan ada kemajuan pesat.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal