Ibu Rumah Tangga di Sampang Ditangkap karena Jadi Bandar Sabu-Sabu

Tikno Arie ยท Rabu, 01 Januari 2020 - 13:00 WIB
Ibu Rumah Tangga di Sampang Ditangkap karena Jadi Bandar Sabu-Sabu
Kapolres Sampang, AKBP Didit Bambang Wibowo beserta dua pelaku bandar sabu-sabu yang ditangkap. (Foto: iNews/Tikno Arie)

SAMPANG, iNews.id – Ibu rumah tangga dan adiknya di Sampang, Jawa Timur (Jatim) ditangkap polisi lantaran menjadi bandar sabu-sabu. Dari keduanya, polisi menyita lebih dari satu ons sabu-sabu di dalam toples dan uang tunai sebesar Rp50 juta.

Kurniati beserta adiknya, Holisin yang tinggal di Dusun Karang Timur, Desa Banyuates, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Jatim ditangkap petugas Reskoba Polres Sampang, Selasa (30/12/2019) jam 13.00 WIB.

Saat akan ditangkap, pelaku sempat berusaha mengelabuhi petugas dengan memasang tulisan di depan rumah yang menandakan hunian tersebut tak berpenghuni. Namun tetap saja petugas berhasil membekuk kedua tersangka.

Kurniati mengaku uang yang disita petugas merupakan uang hasil jual ayam. Polisi yang tidak percaya, tetap menginterogasi pelaku, hingga akhirnya mereka mengaku uang tersebut merupakan hasil penjualan sabu-sabu.

Menurut Kapolres Sampang, AKBP Didit Bambang Wibowo, keduanya sudah beroperasi menjadi bandar sabu-sabu sejak setahun terakhir. Suami Kurniati berinisal SN kini masuk daftar pencarian orang (DPO) karena menjadi pemilik sabu-sabu yang disita polisi.

“Kegiatan ini sudah berjalan selama satu tahun, suaminya berstatus DPO karena sebagai pelaku utama. Pelaku yang diamankan ada dua yakni istri dan adiknya," katanya, Selasa (31/12/2019).

Selain tersangka, barang bukti sabu-sabu dan uang tunai, polisi juga menyita satu pak plastik klip dan timbangan elektrik.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan para tersangka, mereka akan dikenakan pasal 114, pasal 112 dan pasal 132 KUHP dengan ancaman kurungan penjara minimal lima tahun dan paling lama 20 tahun.

Didit mengatakan, polisi akan terus berupaya membongkar peredaran narkoba di Sampang. Karena banyak anak muda yang memanfaatkan tahun baru untuk pesta narkoba.


Editor : Umaya Khusniah