Hujan Deras Sebabkan Tebing 3 Meter di Kediri Longsor dan Menimpa 2 Rumah

Antara ยท Kamis, 16 Januari 2020 - 12:52 WIB
Hujan Deras Sebabkan Tebing 3 Meter di Kediri Longsor dan Menimpa 2 Rumah
Petugas BPBD dan warga bersama-sama membersihkan material longsor yang menimpa dua rumah di Kediri, Jatim. (Foto: Antara)

KEDIRI, iNews.id - Tebing setinggi tiga meter di Dusun Suweru, Desa Petung Roto, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur (Jatim) longsor setelah hujan deras Rabu (15/1/2020) petang. Akibatnya, tembok dapur dari dua rumah yang berada di bawahnya rusak.

Rumah yang terkena longsoran tebing ini milik Muaji (46) yang dihuni tiga orang dan milik Nurohman (25) yang juga anak Muaji.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, Slamet Turmudi, jarak dari rumah dan tebing sekitar dua hingga tiga meter. Sementara ketiggian tebing mencapai tiga meter.

“Material longsoran dari tanah yang bercampur air tersebut juga sebagian masuk ke dalam dapur,” katanya, Kamis (16/1/2020).

Dia menambahkan petugas yang sudah menerima informasi terjadinya tanah longsor lalu melakukan persiapan untuk keperluan pembersihan material longsoran di lokasi kejadian. Mereka membawa beragam alat seperti sekop untuk membantu pembersihan sisa material.

BACA JUGA: Masa Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang dan Longsor Lebak Diperpanjang

Selain menimpa dua rumah, tanah longsor juga menutup sebagian jalan di Dusun Kepet, Desa Petungroto. Jalan tersebut menghubungkan dua dusun, yakni Dusun Jabon, Desa Petungroto dan Dusun Ngetrep, Desa Ngetrep.

Puluhan warga dibantu petugas BPBD Kabupaten Kediri dan relawan lainnya langsung kerja bakti membersihkan material longsoran sejak Kamis pagi. Kendati terkena longsoran tanah, kedua rumah tersebut masih bisa ditempati.

Hingga kini, proses pembersihan masih dilakukan. Untuk jalan raya, sudah bisa dilewati dengan baik setelah material longsoran bisa disingkirkan petugas. Begitu juga dengan material longsor di dapur warga, sebagian sudah diangkat keluar dari dapur.

"Saat ini petugas dibantu warga masih melakukan pembersihan dari sisa-sisa material tanah," kata Slamet.


Editor : Umaya Khusniah