Heboh Pengendara Motor di Pasuruan Pakai Helm Rice Cooker, Ini Langkah Polisi

Jaka Samudra · Jumat, 28 Mei 2021 - 19:30:00 WIB
Heboh Pengendara Motor di Pasuruan Pakai Helm Rice Cooker, Ini Langkah Polisi
Muhammad Ardai saat berada di kantor Polisi, Jumat (28/5/2021). (istimewa).

SURABAYA, iNews.id - Pengendara motor dengan helm penanak nasi atau rice cooker di Pasuruan akhirnya diamankan polisi. Laki-laki bernama Adrai (43) warga Kelurahan Doropayung, Purworejo ini dijemput Satlantas Polres Pasuruan untuk diberi pembinaan. 

Aksi Adrai ini sempat heboh setelah foto dan videonya viral di media sosial. Berdasarkan foto yang beredar, Adrai menggunakan helm rice cooker, lengkap dengan centongnya. 

Informasi yang dihimpun, helm tersebut merupakan modifikasi Adrai sendiri. Dia memanfaatkan rice cooker yang sudah tidak terpakai untuk dijadikan helem. Tujuannya untuk lucu-lucuan. 

Adrai memang sukses menyita perhatian. Tapi, atas ulahnya ini dia harus berurusan dengan polisi. "Begitu aksi ini viral, kami langsung bergerak cepat memanggil yang bersangkutan untuk diberikan edukasi," kata Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman, Jumat (28/5/2021). 

Arman mengatakan,  dalam menggunakan kendaraan di jalan umum pengendara harus memperhatikan keselamatan diri sendiri dan keselamatan orang lain sesama pemakai jalan. Pesan itu pula yang disampaikan Arman kepada Adrai. 

"Bila bapak menggunakan helm seperti ini nanti menjadi tontonan orang lain. Orang lainnya tidak fokus bisa menabrak atau ditabrak. Jadi bapak salah bila menggunakan helm yang jadi perhatian orang lain. Aalagi ini tidak standar dengan SNI-nya," katanya.

Sebagai pengganti, Arman lantas memberikan helem pengganti rice cooker dengan helem berstandart SNI gratis.
"Kami berikan helm yang sesuai standar. Jangan dipakai lagi helm rice cooker ini. Karena nanti orang lain bisa menjadi perhatian ke bapak menjadi tidak fokus ke jalan," ujarnya. 

Sementara itu, Adrai pun hanya tertunduk malu. Di hadapan polisi dia juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak menggunakan helem yang sesuai dengan standart SNI. "Saya salah, mohon maaf," katanya.

Pada kesempatan itu, Kapolres Pasuruan juga mengimbau kepada masyarakat sebagai pengguna jalan untuk mematuhi rambu lalu lintas dan aturan-aturan yang ada di undang-undang lalu lintas jalan. "Yang perlu diperhatikan, jangan sampai menjadi perhatian orang lain sehingga perhatian orang lain tidak fokus kepada kendaraan dan jalan. Sebab, ini dapat membahayakan diri ataupun orang lain," katanya.

Editor : Ihya Ulumuddin

Bagikan Artikel: