Hasil Autopsi, Santri Ponpes Mambaul Ulum Tewas karena Tengkorak Kepala Pecah

Sholahudin ยท Rabu, 21 Agustus 2019 - 19:02 WIB
Hasil Autopsi, Santri Ponpes Mambaul Ulum Tewas karena Tengkorak Kepala Pecah
Santri Ponpes Mambaul Ulum, Ari Rivaldo (17), dimakamkan di pemakaman keluarga Ponpes Mambaul Ulum Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jatim, Rabu (21/8/2019). (Foto: iNews/Sholahudin)

MOJOKERTO, iNews.id – Hasil autopsi menunjukkan penyebab kematian Ari Rivaldo (17), santri Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ulum, Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), karena tengkorak belakang kepala korban. Diduga penyebabnya karena benturan atau pukulan benda tumpul.

Jenazah korban diautospi di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong,Sidoarjo, Selasa malam (20/8/2019). Diketahui, korban tewas saat perjalanan ke Rumah Sakit Sakinah Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Santri asal Kota Bontang, Kalimantan Timur itu, dilarikan ke rumah sakit setelah muntah darah dan tidak sadarkan diri usai dianiaya oleh seniornya di Ponpes Mambaul Ulum.

“Dari hasil autopsi, akibat luka di kepala, tengkorak belakang pecah. Makanya kami cari sebabnya kenapa,” kata Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno di Mapolres Mojokerto, Rabu (21/8/2019).


Namun, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Dari hasil autopsi tersebut, polisi masih akan melakukan gelar perkara untuk mengungkap tewasnya korban Ari Rivaldo, yang diduga dianiaya seniornya berinisial WN.

“Kami masih minta waktu, kan belum satu kali 24 jam, sedang diprarekonstruksi karena menghilangkan nyawa orang harus jelas perannya, jelas sebab kematiannya dan sebagainya. Jadi masih kami dalami. Mohon waktu. Saya jamin satu kali 24 jam pasti akan kami rilis,” kata Kapolres Mojokerto.

Kapolres Mojokerto juga mengatakan, pihaknya telah memeriksa empat orang saksi terkait kasus penganiayaan yang berujung kematian salah seorang santri. Para saksi yang diperiksa termasuk santri dan pengurus Ponpes Mambaul Ulum. “Kami sudah periksa empat orang dan sekarang masih prarekonstruksi,” katanya.

Sementara itu, jenazah korban Ari Rivaldo sudah dimakamkan, seusai diautopsi. Korban dimakamkan di pemakaman keluarga Ponpes Mambaul Ulum yang tidak jauh dari lokasi ponpes di Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Diketahui, korban Ari Rivaldo (17), muntah darah dan tak sadarkan diri, Selasa (20/8/2019) dini hari. Informasi yang dirangkum iNews dari saksi, korban dianiaya seniornya bersama teman-temannya karena tidak meminta izin saat keluar meninggalkan pondok.

Seniornya pun marah. Pelaku datang ke kamar dan langsung menganiaya korban dan teman-temannya tengah malam. Korban ditendang dan dipukul, hingga muntah darah dan kepalanya luka. Korban kemudian dibawa teman-temannya ke RSU Mojosari, dan dirujuk ke Rumah Sakit Sakinah, Mojokerto. Namun, nyawa korban tidak bisa diselamatkan.


Editor : Maria Christina