Tak Minta Izin saat Keluar Pondok, Santri di Mojokerto Tewas Dianiaya Senior

Sholahudin ยท Selasa, 20 Agustus 2019 - 18:53 WIB
Tak Minta Izin saat Keluar Pondok, Santri di Mojokerto Tewas Dianiaya Senior
Sejumlah rekan-rekan santri yang meninggal akibat penganiayaan saat mempersiapkan penguburan, Selasa (20/8/2019). (Foto: iNews/Sholahuddin)

MOJOKERTO, iNews.id – Ari Rivaldo (17) santri asal Kota Bontang, Kalimantan Timur yang sedang mondok di Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ulum, Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, tewas mengenaskan di tangan seniornya. Korban mengalami luka di kepala akibat dianiaya hingga muntah darah dan tak sadarkan diri, Selasa (20/8/2019) dini hari.

Informasi yang dirangkum iNews, peristiwa penganiayaan ini dilatarbelakangi gegara korban tidak meminta izin saat keluar meninggalkan pondok. Hal itu tengarai membuat pelaku yakni seniornya berinisial WN (17) marah dan menganiaya korban.

Pengakuan saksi yakni Putra Gilang, pelaku ketika itu datang ke kamar dan langsung menganiaya mereka saat tengah malam. Korban ditendang dan dipukul.

“Saya ditarik dan dipukul. Korban ditendang pas lagi duduk hingga jatuh, kemudian dipukul. Setelah itu korban muntah darah dan kepalanya bocor,” kata saksi.

Seusai dianiaya, korban dibawa teman-temannya ke RSU Mojosari namun terus dirujuk karena kondisi korban tidak bisa berdiri dan sudah tidak sadar.

“Korban dipukul karena melanggar aturan, tidak izin saat keluar ke pasar,” ucapnya.

Polisi yang mendapat laporan langsung bergerak cepat dan mengamankan terduga pelaku. Selain itu juga meminta keterangan saksi-saksi yang menyaksikan penganiayaan tersebut.

“Jadi korban ini keluar kamar tanpa meminta izin ke pelaku yang merupakan kakak kelasnya. Pelaku kemudian masuk ke kamar korban dan langsung melakukan penganiayaan,” ujar Kapolsek Mojosari Kompol Anwar Sujito, Selasa (20/8/2019).

Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit (RS) Sakinah Mojokerto, namun akhirnya meninggal dalam perawatan. Sementara identitas pelaku yang diamankan yakni WN (17) warga Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.


Editor : Donald Karouw