Hari Tanpa Bayangan di Probolinggo, BPBD Imbau Warga Banyak Minum Cegah Dehidrasi

Hana Purwadi · Selasa, 13 Oktober 2020 - 17:31:00 WIB
Hari Tanpa Bayangan di Probolinggo, BPBD Imbau Warga Banyak Minum Cegah Dehidrasi
Sejumlah warga berfoto saat terjadi fenomen hari tanpa bayangan di Probolinggo, Jatim, Selasa (13/10/2020). (Foto: iNews/Hana Purwadi)

PROBOLINGGO, iNews.id - Fenomena hari tanpa bayangan atau kulminasi utama terjadi di Jawa Timur (Jatim), termasuk di wilayah Probolinggo, selama beberapa hari. Selama itu pula, suhu udara akan meningkat dan bisa menyebabkan dehidrasi.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Sugeng Suprisayoga mengatakan, dampak dari fenomena ini memang membuat udara akan terasa lebih panas dari biasanya. Karena itu, dia mengingatkan warga agar tidak berlama-lama berada di bawah terik matahari.

"Kami mengimbau warga supaya tidak berlama-lama di luar saat matahari terik karena tidak baik. Ini bisa menyebabkan dehidrasi. Karena itu juga, lebih banyak konsumsi air putih untuk menghindari dehidrasi," kata Sugeng di Probolinggo, Selasa (13/10/2020).

BPBD juga berharap masyarakat tetap tenang dan jangan mengait-ngaitkan dengan firasat alam apa pun. Fenomena ini terjadi dua kali dalam setahun dan tahun ini di Jatim terjadi pada tanggal 11 hingga 14 Oktober 2020.

"Ini fenomena tahunan. Kulminasi artinya posisi matahari berada tepat di atas kepala kita. Titik tertinggi di bumi kulminasi di suatu wilayah adalah hari tanpa bayangan kepada objek di bumi," ujar Sugeng.

Sementara salah satu warga Probolinggo, Anggra mengaku sejak empat hari lalu, dia merasakan udara terasa lebih panas dari biasanya. Ternyata ini berkaitan dengan fenomena hari tanpa bayangan yang terjadi di Jatim.

"Gerah beberapa hari ini, suhu panas enggak seperti biasa. Angin juga sepertinya enggak berembus. Saya sering mandi karena nggak tahan dengan udara yang panas. Saya juga lebih banyak minum karena sering haus," katanya.

Editor : Maria Christina