Hari Pertama PSBB di Surabaya Raya, Lalu Lintas Sidoarjo-Surabaya Lumpuh

Pramono Putra ยท Selasa, 28 April 2020 - 11:10 WIB
Hari Pertama PSBB di Surabaya Raya, Lalu Lintas Sidoarjo-Surabaya Lumpuh
Lalu lintas kendaraan dari arah Sidoarjo menuju Surabaya lumpuh di hari pertama penerapan PSBB di Surabaya Raya, Selasa (28/4/2020). Ini terjadi akibat pemeriksaan berlapis

SURABAYA, iNews.id – Hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya, Jawa Timur (Jatim) diwarnai kemacetan. Di bundaran Waru, Sidoarjo, misalnya, ratusan kendaraan tak bergerak. Lalu lintas dari arah Sidoarjo-Surabaya lumpuh, akibat pemeriksaan di pos check point.

Pantauan iNews.id, antrean kendaraan mengular di sepanjang kawasan bundaran Waru hingga depan Mal Cyto. Kondisi sama juga terjadi di sepanjang Aloha Sidoarjo menuju Kota Surabaya. Ribuan kendaraan ini  terjebak macet.

Kondisi sebaliknya justru terjadi di jalur Surabaya arah Sidoarjo. Meski ada pemeriksaan, lalu lintas masih terpantau lancar.

Informasi yang dihimpun, antrean panjang terjadi karena pemeriksaan berlapis di perbatasan Surabaya dan Sidoarjo. Seluruh kendaraan yang berpelat selain (L) dan (W) dihentikan dan diperiksa secara detail. Mulai dari identitas diri hingga tujuan datang ke Surabaya. Bila bekerja, mereka juga harus bisa menunjukkan ID tempat bekerja.

Tak hanya itu, banyaknya pengendara yang melanggar juga menyebabkan pemeriksaan menjadi lama. Misalnya, tidak mengenakan masker, tidak bisa menunjukkan identitas, atau juga mengangkut penumpang lebih dari 50 persen.

Para pengendara yang memenuhi syarat, harus melalui pos kedua untuk disemprot disinfektan. Sebaliknya, yang tidak lolos, langsung diminta putar balik.

“Macet total. Dari tadi saya tidak bergerak. Tadi berangkat dari Sidoarjo jam 07.00 WIB. Sampai sekarang belum sampai bundaran Waru,” kata Hanif, salah seorang pegawai di Tanjung Perak, Selasa (28/4/2020).

Diketahui, sedikitnya ada 13 cek point atau titik pemeriksaan di Surabaya yang dijaga sekitar 1.390 personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, Dishub. Lalu ada enam titik di Tanjung Perak dengan 240 personel; 16 titik di Sidoarjo dengan 741 personel; dan 13 titik di Gresik dengan 571 personel.

“Seluruhnya ada 4.000 lebih personel yang akan menjaga di wilayah Sidoarjo, Gresik dan Sidoarjo,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan.


Editor : Ihya Ulumuddin