Hand Sanitizer Langka, Warga Blitar Buat Cairan Pembasuh Tangan dari Mengkudu

Robby Ridwan ยท Sabtu, 28 Maret 2020 - 10:40 WIB
Hand Sanitizer Langka, Warga Blitar Buat Cairan Pembasuh Tangan dari Mengkudu
Cairan hand sanitizer berbahan utama mengkudu yang dibuat warga Blitar, Jatim. (Foto: iNews/Robby Ridwan)

BLITAR, iNews.id – Warga Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim) inisiatif membuat cairan pembasuh tangan (hand sanitizer) alami dari bahan mengkudu. Cairan yang dihasilkan lantas dibagikan kepada warga sekitar gratis.

Setiap pagi, sekelompok warga ini rutin membuat cairan pembersih tangan. Selain menggunakan buah mengkudu, bahan lain yang diperlukan untuk membuat cairan antiseptik ini yakni daun kemangi, lidah buaya serta daun sirih.

Sementara, cara pembuatannya juga sangat mudah. Buah mengkudu yang sudah dicuci kemudian di potong dan dihaluskan.

Setelah halus, buah mengkudu dicampur dengan daun kemangi dan daun sirih kemudian di rebus selama 10 menit. Sembari menunggu proses perebusan, lidah buaya yang sudah dicuci kemudian dikupas dan dihaluskan.

Selanjutnyam barulah air rebusan buah mengkudu dicampur dengan lidah buaya yang sudah halus. Kini cairan antiseptik ini dapat dikemas dan digunakan secara langsung.

Menurut pembuat hand sanitizer, Fitri, pembuatan cairan pembersih tangan ini berawal dari langka dan mahalnya produk tersebut di pasaran. Sementara itu, resep cairan antiseptik ini didapat dari salah satu kerabat warga yang bekerja sebagai dokter.

“Cairan ini sudah banyak digunakan warga sekitar kampung sini,” katanya, Jumat (27/3/2020).

Sementara itu, salah satu warga yang menjadi pengguna hand sanitizer ini, Anna Vera mengatakan, cairan pembersih tangan ini tidak lengket dan tidak berbau.

“Kalau yang produk lain itu biasanya lengket, kalau ini tidak. Rasanya lebih bersih saja,” katanya.

Kini dalam sehari, warga desa papungan telah mampu memproduksi cairan antiseptik ini hingga 10 liter. Selain lebih hemat, cairan antiseptik ini juga dinilai lebih aman karena tidak menggunakan bahan kimia.

Mereka berharap, dengan adanya cairan pembersih tangan ini dapat membantu warga untuk menjaga kondisi kebersihan diri.


Editor : Umaya Khusniah