Hadapi Pandemi Corona, Khofifah Minta Daerah Lumbung Pangan Jaga Produktivitas

Ihya Ulumuddin ยท Senin, 01 Juni 2020 - 20:15:00 WIB
Hadapi Pandemi Corona, Khofifah Minta Daerah Lumbung Pangan Jaga Produktivitas
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

SURABAYA, iNews.id - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa meminta enam daerah lumbung pangan di Jatim bersiap menghadapi waktu tanam di musim kemarau, April-September mendatang. Kesiapan ini penting untuk menjaga ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19.

“Sebagai antisipasi dampak pandemi Covid-19, produktivitas pangan di musim kemarau 2020 di enam kabupaten ini harus tetap dimaksimalkan,” kata Gubernur Khofifah pada Rapat Koordinasi (Rakor) bersama enam kepala daerah lumbung pangan Jatim di Grahadi, Senin (1/6/2020).

Enam daerah lumbung pangan Jatim, di antaranya Kabupaten Bojonegoro; Jember; Ngawi; Nganjuk; Tuban serta Kabupaten Tulungagung.

Khofifah mengatakan, instruksi tersebut didasari oleh arahan Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk bisa mempercepat masa tanam. Hal itu juga sebagai antisipasi agar kekhawatiran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap kemungkinan kelangkaan pangan dunia tidak terjadi.

Karena itu, dia berharap, keenam kepala daerah di wilayah lumbung pangan tersebut bisa bisa mengawal dan memonitor jalannya masa tanam.

“Kami mohon agar percepatan tanam di bulan Juni ini bisa terkawal dengan baik oleh seluruh bupati. Ini penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional yang memang sebagian besar bertumpu pada surplusnya padi di Jatim,” katanya.

Persiapan masa tanam yang dimaksud Khofifah, salah satunya kesiapan peralatan prapanen, seperti traktor roda dua maupun roda empat. Selain itu pendistribusian benih dan penyaluran pupuk subsidi kepada petani juga harus terkawal penuh oleh pemerintah daerah.

“Untuk proses distribusi benih dan penyaluran pupuk subsidi, agar semua dipastikan terkawal sampai ke petani,” ujarnya.

Tak hanya itu, dirinya juga meminta agar setiap kepala daerah bisa memonitor Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang ada di wilayahnya untuk memastikan masuk Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK) agar LMDH dapat menerima pupuk bersubsidi.

Diketahui, sebagai salah satu wilayah lumbung pangan nasional, pada semeter I 2020, Jatim memiliki luas panen 1.120.153 ha. Sedangkan untuk produksi padi pada semester I ini diperkirakan mencapai 6.185.310 ton GKG (gabah kering giling), atau setara dengan 4.066.348 ton beras.

Potensi konsumsi Jatim sendiri diperkirakan mencapai 2.133.143 ton beras, sehingga pada Semester I tahun 2020 ini surplus beras Jatim mencapai 1.933.205 ton beras.

Editor : Ihya Ulumuddin