Gunung Semeru Meletus 3 Kali Pagi Hari Ini, Status Masih Awas
JAKARTA, iNewa.id - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur meletus tiga kali pada pagi hari ini, Minggu (30/11/2025) pagi. Erupsi pertama terjadi pada pukul 05.09 WIB.
"Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Minggu, 30 November 2025, pukul 05:09 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 4176 m di atas permukaan laut)," tulis keterangan petugas pos pengamat gunung api, Mukdas Sofian.
Saat erupsi pertama ini, kolom abu teramati berwarna putih dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 118 detik.
Selanjutnya, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali meluncurkan abu vulkanik setinggi 700 meter pada pukul 05.30 WIB. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 125 detik.
Erupsi ketiga yang dicatat terjadi pada pukul 06.30 WIB. Saat erupsi berlangsung gunung Semeru memuntahkan abu vulkanik setinggi 800 meter yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya.
"Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Minggu, 30 November 2025, pukul 06:30 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 800 m di atas puncak (± 4476 m di atas permukaan laut)," ujarnya.
Pasca erupsi ini, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 8 km dari puncak (pusat erupsi). Serta diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 2,5 Km dari puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 km dari puncak," ujarnya.
Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) memperpanjang status tanggap darurat erupsi Gunung Semeru selama 7 hari, terhitung mulai 26 November hingga 2 Desember 2025. Kebijakan ini memastikan perlindungan maksimal bagi warga serta kelancaran penanganan dampak bencana di tengah status aktivitas Semeru yang masih di Level IV Awas.
Perpanjangan status tanggap darurat erupsi Gunung Semeru ini sesuai dengan Keputusan Bupati Lumajang Nomor 100.3.3.2/610/KEP/427.12/2025. Pemkab Lumajang menyatakan penanggulangan darurat harus cepat, tepat dan terpadu.
“Meski status tanggap darurat sebelumnya telah berakhir, dampak erupsi masih dirasakan warga dan berpotensi mengganggu kehidupan serta penghidupan masyarakat,” ujar Bunda Indah, Selasa (25/11/2025).
Perpanjangan memberi ruang kerja penuh bagi BPBD dan perangkat daerah. Prioritas mencakup evakuasi, pemulihan infrastruktur, dan perlindungan kelompok rentan.
Dengan Level IV Awas, risiko meliputi letusan, guguran dan banjir lahar. Hujan di hulu berpotensi memobilisasi sedimen ke aliran sungai berhulu Semeru. Warga diminta mematuhi radius bahaya dan arahan petugas lapangan.
Editor: Kastolani Marzuki