Gubernur Khofifah Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Gus Im

Ihya Ulumuddin ยท Sabtu, 01 Agustus 2020 - 14:59 WIB
Gubernur Khofifah Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Gus Im
KH Hasyim Wahid (Gus Im) semasa hidup. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.id - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya KH Hasyim Wahid (Gus Im). Ungkapan Khofifah ini diunggah di instagram pribadinya, lengkap dengan foto almarhum.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur saya mengucapkan turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga almarhum husnul khotimah. Seluruh amal ibadah diterima Allah SWT, diberi kelapangan kubur, dan dimasukkan ke dalam surgaNya,” tulisnya.

Khofifah juga berharap, keluarga yang ditinggalkan diberi kelapangan dan ketabahan hati atas cobaan ini.

Diketahui, adik almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini wafat Sabtu (1/8/2020), menjelang Subuh. Putra KH Wahid Hasyim itu meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Mayapada Jakarta.

Sesuai wasiat almarhum, jenazah Gus Im akan dimakamkan di Ponpes Denanyar Jombang. Siang ini jenazah Gus Im diberangkatkan dari Ciganjur, Jawa Barat, menggunakan jalur darat.

Informasi yang dihimpun, Gus Iim merupakan salah satu tokoh penggerak NU. Pernah menjadi salah satu ketua PBNU dan saat ini sebagai Mustasyar PBNU. Selain di NU, adik Gus Dur dan Gus Sholah ini pernah menjabat sebagai anggota Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Putra pendiri NU KH. Hasyim Wahid itu juga pernah menjadi salah satu pengurus dari PDIP dan anggota YKPK (Yayasan Keluarga Pembina Kesatuan).

Berikut Ragkaian Acara Pemakaman Gus Im

08.00
Jenazah dimandikan di RS Mayapada

09.30
Jenazah diberangkatkan ke rumah duka di Ciganjur

10.00
Jenazah tiba di Ciganjur, disemayamkan terlebih dahulu di Rumah Gus Yai. Sholat Jenazah oleh keluarga

10.30
Jenazah dibawa ke Masjid Al-Munawarah Ciganjur

12.30 Jenazah diberangkat ke Denanyar, Jombang, Jawa Timur melalui perjalanan darat

21.00
Jenazah diperkirakan tiba di Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang

22.00
Pemakaman


Editor : Ihya Ulumuddin