Gadis Penderita Obesitas Berbobot 142 Kg Meninggal saat Dirawat di RSUD Sidoarjo

Yoyok Agusta ยท Rabu, 03 Juli 2019 - 15:08 WIB
Gadis Penderita Obesitas Berbobot 142 Kg Meninggal saat Dirawat di RSUD Sidoarjo
Penderita obesitas, Yunita Maulidia semasa dirawat di RSUD Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. (Foto: iNews/Yoyok Agusta)

SIDOARJO, iNews.id – Gadis penderita obesitas asal Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), Yunita Maulidia (19), meninggal dunia setelah dirawat selama beberapa hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo, Rabu pagi (3/7/2019). Perempuan berbobot 142 kilogram (kg) ini meninggal karena serangan jantung dan gangguan pernapasan.

Wakil Direktur RSUD Sidoarjo Syamsu Rahmadi mengatakan, Yunita dirawat di rumah sakit itu sejak Kamis kemarin. Awalnya dia ditempatkan di IGD. Namun karena kondisinya koma, dia dipindahkan ke ruang ICU dan harus mendapat pertolongan kedaruratan.

Setelah petugas medis memasang alat bantu pernapasan, kondisi Yunita sempat membaik dan spontan membuka mata. Namun, karena serangan jantung dan gangguan pernapasan pada Rabu pagi, kondisi Yunita kembali kritis sehingga nyawanya tak dapat ditolong.

“Kasusnya memang obesitas dengan permasalahan. Kemudian, dilakukan pertolongan napasnya dengan pemasangan ventilator atau alat bantu napas. Sempat membaik, sadar, bisa komunikasi, mulai buka mata spontan, kemudian sempat ada serangan jantung, gangguan irama, dan sebagainya. Lalu, dilakukan pertolongan lagi di ICU, membaik lagi. Kemudian tadi pagi, serangan jantung lagi sehingga tidak tertolong. Jam 7.45 WIB, Yunita dinyatakan meninggal,” kata Syamsu Rahmadi.


Syamsu mengatakan, selama dirawat, dokter menemukan ada dua permasalahan yang diderita Yunita akibat obesitas. “Jadi ada dua masalah yang terjadi. Satu, masalah pernapasannya, yang kedua masalah jantungnya. Jadi selama dirawat di ICU sempat dua kali mengalami serangan jantung,” ujar Syamsu.

Sementara orang tua Yunita, Umiatun, tampak sangat berduka dengan kematian putrinya. Namun, dia mengaku ikhlas dengan kepergian Yunita karena dia tidak tega melihat kondisinya yang hanya bisa terbaring lemah.

“Tadi malam itu dia kritis lagi, jam 9 malam. Dia nggak bisa ngomong karena pakai alat itu, dia cuma meronta aja. Kalau saya tanya ke dokter katanya penyakit dalamnya sudah membaik, cuma dia kena serangan jantung. Kalau saya ikhlas aja karena enggak tega melihat dia seperti itu,” kata Umiatun.

Informasi dari keluarga, jenazah Yunita Maulidia rencananya dimakamkan di pemakaman umum Desa Grinting, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, hari ini juga.


Editor : Maria Christina