Fosil Panggul Gajah Purba Ditemukan di Madiun, Lengkap Kanan dan Kiri

Antara ยท Sabtu, 22 Februari 2020 - 10:35:00 WIB
Fosil Panggul Gajah Purba Ditemukan di Madiun, Lengkap Kanan dan Kiri
Fosil "Pelvis Proboscidea" atau panggul gajah purba. (Foto": Antara)

MADIUN, iNews.id - Fosil "Pelvis Proboscidea" atau panggul gajah purba ditemukan di Desa Sumberbendo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur (Jatim). Proses ekskavasi dilakukan pada 18-20 Februari 2020.

Fosil ini akan diteliti oleh Balai Pemeliharaan Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, Sragen, Jawa Tengah. Kegiatan ekskavasi melibatkan tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, didampingi oleh Muspika Saradan, Kepala Desa Sumberbendo, dan masyarakat yang penasaran menyaksikan temuan fosil tersebut.

Staf Perlindungan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran Albertus Niko, mengatakan penemuan ini merupakan tindak lanjut dari peninjauan sebelumnya. "Banyak fosil di kawasan desa setempat," kata Niko, Jumat (21/2/2020).

Ekskavasi fosil panggul gajah tersebut dilakukan dengan membuka kotak galian berukuran 2,5 meter kali dua meter dengan kedalaman 30 sentimeter dari permukaan tanah.

Setelah diteliti, fosil panggul gajah purba berukuran panjang 1,6 meter, lebar 65 sentimeter dan tebal mencapai 20 sentimeter. Fosil diduga berasal dari gajah purba yang berjenis kelamin betina karena memiliki lubang tengah berdiameter yang cukup besar mencapai 40 sentimeter.

Fosil diperkirakan berusia 900.000 sampai dengan 300.000 tahun yang lalu. Penemuan fosil panggul gajah purba ini dikategorikan langka karena ditemukan lengkap, baik sisi kanan dan kiri.

"Biasanya, tim BPSMP Sangiran hanya menemukan satu sisi tulang panggul saja," katanya.

Selain fosil panggul gajah, di Sumberbendo juga tersimpan sejumlah fosil binatang purba lain. Di antaranya, fosil tulang kaki gajah yang sudah terpotong menjadi dua bagian, fragmen tengkorak gajah purba, fragmen tempurung kura-kura, fragmen kaki kerbau, dan fragmen tengkorak banteng. Untuk sementara, fosil-fosil tersebut semuanya disimpan di kantor desa setempat.

Editor : Umaya Khusniah