Duh, Kakek Berstatus PDP di Probolinggo Ngamuk Tidak Mau Diisolasi di RS

Hana Purwadi ยท Sabtu, 09 Mei 2020 - 15:03 WIB
Duh, Kakek Berstatus PDP di Probolinggo Ngamuk Tidak Mau Diisolasi di RS
Dua petugas RSUD Tongas Kabupaten Probolinggo berusaha menahan pintu agar pasien tidak keluar ruang isolasi. (Foto: iNews/Hana Purwadi)

PROBOLINGGO, iNews.id – Seorang kakek dengan status Pasien Dalam Pengasawan (PDP) Covid-19 di Probolinggo, Jawa Timur (Jatim) mengamuk karena tidak mau diisolasi. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, tim medis mengizinkan pasien pulang namun harus dalam pantauan petugas puskesmas.

Rekaman aksi pasien mengamuk ini viral di berbagai media sosial dalam dua hari terakhir. Dalam video berdurasi 20 detik tersebut, terlihat pasien mengamuk dalam Bahasa Madura dalam ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tongas Kabupaten Probolinggo.

Sebelumnya pasien sempat menjalani rapid test dengan hasil nonreaktif atau negatif. Tes swab juga sudah dilakukan, namun hasilnya belum keluar.

Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Probolinggo, dr Anang Budi Yoelijanto mengatakan, pasien tersebut merupakan warga Bonomerto, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Pasuruan. Dia merupakan pasien rujukan dari RSUD Dr Mohamad Saleh, Probolinggo.

“Pasien memiliki riwayat penyakit darah tinggi dan pneumonia. Secara psikologis, pasien ini sehat. Kami sempat melacak pasien di tempat tinggalnya, memang pasien termasuk temperamental,” katanya.

Anang menduga, tindakan pasien ini didasari karena tekanan ekonomi. Sehari-hari, pasien bekerja sebagai pembuat batu bata. Lantaran tuntutan ekonomi, ditambah pasien merasa sehat, dia memaksa untuk pulang.

“Beberapa kali pasien minta pulang, tapi kami larang sesuai protokol, malah menimbulkan depresi sendiri. Kami kaji semakin membahayakan, maka diizinkan pulang dengan pengawasan,” katanya.

Kini pasien tersebut menjalani isolasi mandiri selama 14 hari dan berada dalam patauan ketat tim medis puskesmas.


Editor : Umaya Khusniah