Viral, Bocah di Probolinggo Menangis di Depan Sekolah karena Kangen Teman-Teman dan Guru

Hana Purwadi ยท Selasa, 05 Mei 2020 - 17:04 WIB
Viral, Bocah di Probolinggo Menangis di Depan Sekolah karena Kangen Teman-Teman dan Guru
Selma memegang pagar sambil memandangi sekolahnya yang ditutup karena pandemi Covid-19, TK Islam Terpadu Permata Yayasan Ishlahul Ummah di Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. (Foto: iNews/Hana Purwadi)

PROBOLINGGO, iNews.id - Seorang siswi Taman Kanak-kanak (TK) di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur (Jatim), menangis di depan sekolahnya karena rindu ke sekolah dan bertemu teman-teman. Video mengharukan itu menjadi viral di media sosial dan mendapat komentar positif dari netizen.

Dalam video rekaman berdurasi satu menit lima detik itu, tampak seorang bocah TK memegangi pagar TK Islam Terpadu Permata Yayasan Ishlahul Ummah di Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Peristiwanya terjadi pada malam hari.

Terdengar suara sang ayah beberapa kali memanggil namanya dan mengajaknya pulang. Namun, bocah perempuan itu tetap berdiri tegak di depan sekolah. Dari balik pagar, dia memandangi sekolahnya sambil menangis.

Bocah itu bernama Brigitta Selma Alexa Yuda. Dia putri semata wayang Prayuda Rudi (31) dan Ulul Azmi (29).

Ayah Brigitta Selma Alexa Yuda, Prayuda Rudi mengatakan, video itu direkam beberapa hari lalu, setelah berbuka puasa. Selma, panggilan akrab bocah tersebut, tiba-tiba rewel. Memang sejak sekolah diliburkan, Selma sering rewel karena rindu bersekolah. Namun, hari itu, dia menangis lebih lama dan merengek kepada orang tuanya.

Dengan polos, Selma mengaku kangen pada teman-teman sekolah dan pada ustazah yang mengajarnya. Bahkan, gadis mungil itu juga mengatakan takut sekolahnya hilang. Kekhawatirannya itu muncul karena selama pandemi Covid-19, sekolah dan kegiatan belajar mengajar diliburkan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

“Rewelnya karena masalah sekolah, dari awal juga rewelnya karena sekolah. Ada bahasanya, nanti hilang sekolahnya. Saya tetap hibur seperti biasa, tapi tambah lama kok tambah nangis. Dia bilang, pokoknya ke sekolah, nanti sekolahnya hilang,” kata Prayuda Rudi saat ditemui di rumahnya, Selasa (5/5/2020).

Karena Selma tak juga berhenti menangis, mereka membawa Selma ke sekolah. Sampai di sekolah, Selma langsung berlari ke pagar yang dikunci sambil menangis. Bahkan, kejadian itu berlangsung lama hingga hari gelap.

“Nyampe di sekolah, lari, nangis, langsung tiba-tiba ke pagar. Saya bilang ke istri, kok malah tambah nangis. Saya sama istri ketawa-ketawa. Tapi anak saya masih tetap nangis dan lama di depan pagar. Habis itu dia lari ke mamanya, masih nangis,” kata Prayuda Rudi.

Selma, siswi TK Islam Terpadu Permata Yayasan Ishlahul Ummah di Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, saat ditemui di rumahnya, Selasa (5/5/2020). (Foto: iNews/Hana Purwadi)
Selma, siswi TK Islam Terpadu Permata Yayasan Ishlahul Ummah di Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, saat ditemui di rumahnya, Selasa (5/5/2020). (Foto: iNews/Hana Purwadi)

Selma yang juga ditemui saat di rumahnya mengaku kangen ke sekolahnya. Dia ingin segera bersekolah kembali agar bisa bertemu dengan teman-teman dan para gurunya.

“Kangen, takut sekolahnya hilang,” kata Selma, Selasa (5/5/2020).

Kedua orang tua Selma, Prayuda Rudi dan Ulul Azmi, tidak pernah menyangka video rekaman anaknya itu sampai viral. Memang, setelah merekam video tersebut, sang ibu membagikannya ke grup WhatsApp wali murid. Di grup tersebut, video Selma menuai banyak tanggapan, termasuk dari guru dan ustazah tempat selma belajar.

Sementara netizen juga ikut terhari menonton video Selma saat menangis karena rindu bersekolah dan bertemu teman-temannya. Pada umumnya warga dan netizen berharap pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga aktivitas warga kembali normal. Anak-anak dan para pelajar juga bisa kembali bermain dan bersekolah.


Editor : Maria Christina