Dugaan Pelecehan Seksual Santriwati oleh Anak Kiai, Massa Demo Kemenag Bangkalan
BANGKALAN, iNews.id – Warga Bangkalan mendesak penutupan pondok pesantren menyusul mencuatnya dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan dua orang anak kiai terhadap sejumlah santriwati. Puluhan warga menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Massa datang menggunakan truk dan kendaraan pribadi. Aksi sempat berlangsung tegang akibat perdebatan panas antara perwakilan Kemenag dan peserta aksi.
Dalam orasinya, massa mengecam keras dugaan pelecehan seksual yang terjadi di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Galis, Bangkalan. Mereka menilai kasus tersebut mencederai nilai moral dan kepercayaan masyarakat.
Meski satu orang anak kiai telah ditetapkan sebagai tersangka, massa mendesak aparat penegak hukum segera menangkap satu terduga pelaku lainnya. Massa menilai penanganan kasus harus dilakukan secara menyeluruh dan transparan.
Tak hanya menuntut penindakan hukum terhadap para pelaku, massa juga mendesak pencabutan izin dan penutupan Pondok Pesantren Nurul Karomah Galis. Pondok tersebut disebut sebagai lokasi terjadinya dugaan pelecehan seksual.
Pihak Kemenag Bangkalan menyatakan masih menunggu kepastian hukum terhadap para terduga pelaku. Kemenag juga menegaskan akan mengikuti seluruh proses hukum yang sedang berjalan.
Pelaksana Harian Kepala Kemenag Kabupaten Bangkalan Abdul Hamid mengatakan, pihaknya mengecam keras peristiwa tersebut.
Editor: Donald Karouw