Dosen Korban Pemukulan Rekan Kerja di UIN Sunan Ampel Surabaya Penuhi Panggilan Penyidik

Nur Syafei ยท Jumat, 14 Agustus 2020 - 15:55 WIB
Dosen Korban Pemukulan Rekan Kerja di UIN Sunan Ampel Surabaya Penuhi Panggilan Penyidik
Dosen korban pemukulan rekan kerja UIN Sunan Ampel Surabaya didampingi pengacara memenuhi panggilan penyidik. (Foto: iNews/Nur Syafei)

SURABAYA, iNews.id - Wakil Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur (Jatim) yang menjadi korban pemukulan rekan dosen kembali mendatangi Satreskrim Polrestabes Surabaya, Kamis (13/8/2020). Kedatangan korban dalam rangka memenuhi panggilan penyidik.

Sahmad Nur Fuad kembali mendatangi kantor Polresta Surabaya untuk menjalani pemeriksaan berkas laporan korban. Tak hanya itu, dia sebagai pelapor juga diinterogasi terkait kasus penganiayaan yang menimpanya.

Kedatangan korban dengan didampingi para pengacara. Dia mengaku dicecar sekitar 10 pertanyaan oleh penyidik.

“Saat ini tinggal menunggu hasil visum rumah sakit untuk bisa ditindaklanjuti oleh penegak hukum,” katanya, Kamis (13/8/2020).

Dia mengaku tak memiliki masalah sebelumnya dengan terlapor berinisial S yang juga menjabat sebagai Kaprodi Studi Islam Strata Dua UIN Sunan Ampel Surabaya. Bahkan menurutnya, S memang dikenal dosen temperamental. Terlapor juga pernah melakukan tindakan kekerasan kepada beberapa dosen lain di UIN Sunan Ampel Surabaya.

Dia berharap dengan bergulirnya kasus ini, menjadi pembelajaran bagi terlapor agar tak mengulangi perbutannya. Selain itu, ke depan, tidak ada lagi dosen yang menjadi korban sikap temperamental terlapor.

Sementara Ketua Tim Pengacara Korban, Riyad mengatakan akan terus mengawal kasus ini agar tetap di atas rel. Kasus ini juga diharapkan menjadi pembelajaran bagi semua akademisi, agar lebih mengedepankan otak dan moral daripada fisik.

“Kita itu bukan di dunia tinju atau karate, tapi dunia pendidikan. Apalagi ini pendidikan agama,” katanya.

Pascakejadian penganiayaan, hingga saat ini korban masih sering merasa pusing dan telinga juga berdengung. Korban berharap semoga kasus ini menjadi yang terakhir.

Sebelumnya, Wakil Direktur Pascasarjana Universitas Negeri Islam (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Sahmad Nur Fuad, melaporkan rekan kerja yang menjabat Kaprodi ke polisi, Selasa (11/8/2020) malam. Pelaporan didasari dugaan penganiayaan berupa pemukulan yang dilakukan rekan kerja di lingkungan kampus.


Editor : Umaya Khusniah