Dituding Larang Warganya Gowes ke Jakarta Temui Presiden, Ini Jawaban Pj Wali Kota Batu

Kabar ini sekaligus membantah pernyataan yang disampaikan Koordinator Tim Gabungan Aremania (TGA) Dyan Berdinandri. Menurut Dyan, Midun sapaan akrab dari Miftahudin Ramli, sempat bertemu dengan Kepala Dinas Pariwisata Pemkot Batu di pos TGA, Kota Malang pada Kamis (3/8/2023) malam. Dia juga belum mengetahui maksud dari kepala dinas tersebut, yang diduga meminta Midun tidak melanjutkan perjalanannya.
"Kronologinya, kemarin Pak Midun sempat stay di Stadion Gajayana, kemudian saya ajak ke Pos TGA, kemarin malam sudah didatangi Kepala Dinas Pariwisata dari Pemkot Batu yang meminta sebisa mungkin tidak melanjutkan ekspedisi Usut Tuntas ini," ucap Dyan melalui keterangan tertulisnya yang diterima Sabtu (5/8/2023).
Dirinya mengatakan, informasi yang didapatkan dari salah satu anak Midun, bahwa Midun dari awal sempat diminta untuk tidak berangkat dengan membawa keranda. Midun dan keluarganya juga dijanjikan akan diajak rekreasi bila tidak melanjutkan perjalanannya.
"Pak Midun initetap memilih bersepeda dari Malang dengan melanjutkan ke Stadion Gelora Delta Sidoarjo," ucapnya.
Namun, Dyan menerima informasi, bahwa istri Midun yakni Nowo Dyah Sihkanti (46) didatangi oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemkot Batu. Hal itu diduga untuk membujuk Midun tidak melanjutkan perjalanannya.
"Salah satu anaknya komunikasi dengan saya, bahwa istrinya Pak Midun ini didatangi Kepala Dinas Pariwisata beserta jajarannya untuk diajak menemui Pak Midun di Gelora Delta Sidoarjo," katanya.
Dyan menyampaikan, bahwa Midun tetap ingin menuntaskan ekspedisi bersepedanya hingga ke Jakarta. Namun, Midun juga terbebani dengan pikiran nasib dari keluarganya.
"Tadi sudah sempat saya kontak siang masih di Gelora Delta Sidoarjo, kalau keinginan Pak Midun inginnya terus melanjutkan perjalanan, tapi beliau kepikiran keluarganya di rumah karena didatangi orang-orang dari kantornya," katanya.
Meski begitu, Midun tetap melanjutkan bersepeda dari Stadion Gelora Delta Sidoarjo menuju Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya dengan membawa keranda. Dyan juga heran dengan permintaan Kepala Dinas Pariwisata Pemkot Batu, karena aksi yang dilakukan Midun dengan cara mengambil cuti. "Dan pimpinannya mengetahui bahwa Pak Midun ambil cuti untuk melakukan misi ini," katanya.
Dia pun menyayangkan sikap dari Pemkot Batu yang menurutnya membatasi kebebasan berekspresi dalam menyuarakan pendapat. Padahal kebebasan berekspresi dan menyampaikan telah diatur dan dilindungi undang-undang.
"Apalagi Pak Midun ini bawa misi kemanusiaan dan memberitahukan kepada masyarakat Indonesia bahwa Tragedi Kanjuruhan masih perlu diurusi dengan serius oleh pemerintah terutama dalam hal keadilan," ujarnya.
Editor: Nani Suherni