get app
inews
Aa Text
Read Next : Ketua DPP Perindo Sebut Deden Nasihin-Efa Fatimah Siap Wujudkan Cianjur Berkah

Diskusi di Malang, Ini Komitmen Ketua DPP Partai Perindo Cegah Korupsi Sistematis 

Sabtu, 24 Juni 2023 - 21:41:00 WIB
Diskusi di Malang, Ini Komitmen Ketua DPP Partai Perindo Cegah Korupsi Sistematis 
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Hukum Internal Christophorus Taufik saat diskusi uji publik bacaleg DPR di Malang. (Foto: MPI)

MALANG, iNews.id - Ketua DPP Partai Perindo Bidang Hukum Internal Christophorus Taufik berkomitmen mencegah korupsi sistematis. Hal ini sesuai komitmen Partai Perindo yang sebagai partai politik yang mengedepankan integritas dan kejujuran.

"Soal korupsi, komitmen pribadi ya pasti nggak. Komitmen tidak korupsi," ucap Christophorus Taufik dalam diskusi Uji Publik Bacaleg DPR bertajuk Ketika Rakyat Bersuara di Kota Malang, Sabtu (24/6/2023).

Chris, sapaan akrabnya menjelaskan, tren korupsi kali ini memang berkembang dan bermetamorfosis menyesuaikan zaman. Menurutnya, bila sebelumnya korupsi melakukan pengadaan barang melalui e-katalog, kini pengadaan barang itu disiasati dengan pengadaan barang yang dipesan khusus, dengan spesifikasi yang sudah ditentukan yang tidak ada di e-katalog.

"Makanya kalau diperhatikan korupsi yang berkembang sekarang, kalau saya lihat karakteristiknya berubah, yang dilakukan mereka adalah bermain di project - project yang customize," tuturnya.

Dia mencontohkan, ketika korupsi di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), pengadaan barang tidak melalui lelang dari e-katalog, karena ada permintaan khusus standar yang bisa di-customize, sebagaimana kesepakatan bersama.

"Kalau e-katalog bisa ngecek harga kabel, harga paku bisa dicek, tapi perusahaan yang customize nggak bisa. Maka mereka mulai masuk ke sistem yang lelang-lelang, tidak ada di e-katalog," ucap Bacaleg Partai Perindo yang ditetapkan oleh KPU bernomor urut 16 pada kertas suara Pemilu 2024. 

Hal ini membuat alat penegak hukum (APH) seperti Korupsi Pemberantasan Korupsi (KPK), kepolisian, dan kejaksaan, begitu kesulitan mengendusnya. Sehingga yang perlu dikuatkan menurut Christ, adalah pengawasan internal di masing-masing lembaga negara. 

"Yang jadi masalah adalah saya pikir mau sehebat apapun KPK, mau sehebat apapun kejaksaan, maupun sehebat apapun kepolisian, kalau polanya seperti ini didesain dari awal, maka tidak bisa mencegah, siapa yang bisa mencegah gadget pengawasan internal," bebernya.

Guna menyiasati korupsi yang terjadi pada partai politik, Chris menilai perlu keterikatan dan komitmen dari masing-masing bakal caleg, selain itu rasa malu dari para konstituennya. "Harus ada keterikatan antara caleg - caleg yang memilih dengan konstituennya, harus merasa malu," ujarnya.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut