Diperluas, Lumbung Pangan Jatim Kini Menjangkau 19 Kabupaten/Kota

Ihya Ulumuddin ยท Senin, 06 Juli 2020 - 21:45:00 WIB
Diperluas, Lumbung Pangan Jatim Kini Menjangkau 19 Kabupaten/Kota
Beras menjadai salah satu komoditas yang disediakan di Lumbung Pangan Jatim. (Foto: istimewa)

SURABAYA, iNews.id - Lumbung Pangan Jatim kini menjangkau 19 kabupaten/kota di Jawa Timur. Jumlah ini bertambah delapan daerah, dari sebelumnya 11 kabupaten/kota. Mulai 8 Juli mendatang, semua kebutuhan pokok dengan harga murah juga bisa dinikmati masyarakat, termasuk layanan ongkos kirim gratis.

Tambahan delapan kabupaten/kota tersebut antara lain Kabupaten Jombang, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, dan Kota Madiun.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa tren belanja online masyarakat Jatim mulai meningkat. Ini diketahui dari animo masyarakat di 11 kabupaten/kota yang lebih dulu menikmati layanan Lumbung Pangan Jatim.

“Ternyata dari datanya, transaksi belanja online cukup besar. Di era transisi menuju new normal di tengah pandemi covid-19, kita mendorong agar ada adaptasi baru yang dilakukan di masyarakat, termasuk dalam hal belanja bahan pangan,” katanya, Senin (6/7/2020).

Khofifah mengatakan, dalam rentang sepekan dari tanggal 26 Juni 2020 hingga 3 Juli 2020, rata-rata pembelanjaan online masyarakat di Lumbung Pangan Jatim berkisar antara 350 hingga 470 transaksi setiap harinya. Atas fakta itu pula, Lumbung Pangan Jatim diperluas.

Untuk warga di delapan daerah tersebut yang ingin belanja sembako murah di Lumbung Pangan Jatim bisa memilih belanja via website di https://lumbungpanganjatim.com/ dengan pembayaran lewat bank. Selain itu mereka juga bisa melakukan pemesanan online dengan sistem bayar di tempat (COD) melalui What's App di nomor 0811-334-0033. Kedua sistem belanja ini gratis biaya pengiriman hingga ke alamat pemesan.

Pembelian online sembako murah ini akan dikirimkan langsung ke alamat pembeli dari Jatim Expo Surabaya menggunakan jasa pengiriman PT Pos Indonesia. Maksimal waktu pengiriman adalah dua hari.

Pembelian bahan pangan murah dengan harga di bawah pasar bisa dilakukan dengan minimal pembelian Rp 60.000, dan maksimal berat pembelanjaan 20 kilogram.“Dengan perluasan ini kami berharap Lumbung Pangan Jatim bisa menjangkau masyarakat lebih luas lagi,” ujarnya.

Khofifah juga mengatakan, selama ini Lumbung Pangan Jatim telah menghasilkan multiplier effect. Selain memberikan penyediaan bahan pangan murah bagi masyarakat, pendekatan layanan, juga menjadi pengendali stabilitas harga bahan pangan di Jatim.

Terbukti bahwa dengan adanya lumbung pangan jatim stabilitas harga bahan pangan terjaga. Selain itu spekulan bahan pangan juga jadi tidak mudah bermain harga sehingga naik turunnya harga bahan pangan di pasaran bisa dikendalikan.

Sementara itu, sejak dibuka pada tanggal 21 April 2020, transaksi Lumbung Pangan Jatim terus meningkat. Hingga 5 Juli 2020, transaksi penjualan di Lumbung Pangan Jatim mencapai Rp 8,1 miliar.

Editor : Ihya Ulumuddin