Demo Surabaya, Ini Pesan Gubernur Jatim Khofifah kepada Ribuan Demonstran

Ihya Ulumuddin, Antara ยท Kamis, 26 September 2019 - 11:43 WIB
Demo Surabaya, Ini Pesan Gubernur Jatim Khofifah kepada Ribuan Demonstran
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Dok iNews.id)

SURABAYA, iNews.idDemonstrasi di Surabaya siang ini, Kamis (26/9/2019), diperkirakan diikuti sekitar 5.000 orang. Menjelang demo di depan Gedung DPRD Jawa Timur (Jatim) itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan pesan kepada ribuan demonstran, terutama mahasiswa.

Khofifah mengimbau agar para mahasiswa yang berdemonstrasi menyampaikan aspirasi secara santun. “Prinsip menyampaikan aspirasi memang dijamin oleh Negara, namun proses untuk menyampaikannya haruslah tetap dalam kesantunan,” kata Khofifah di Surabaya.

Dia jugaberharap peserta aksi menyampaikan aspirasi dengan tetap menjaga ketertiban sosial. Hindari pesan-pesan yang membuat perspektif menjadi berbeda.

“Sebab dari banyak foto-foto yang sampai ke saya, kok ada yang agak nyeleneh dari objektivitas apa yang ingin mereka sampaikan. Makanya semua harus saling menjaga,” ucap mantan Menteri Sosial tersebut.

Gubernur menggarisbawahi perlunya menjaga objektivitas. Pasalnya, sekarang ini banyak muncul candaan atau pesan kata-kata di poster yang menurutnya kurang pantas.

Khofifah juga mengimbau pelajar tingkat SMA, SMK maupun Aliyah tidak ikut aksi turun ke jalan, dan tetap belajar seperti hari-hari biasanya.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim itu juga meminta kepada seluruh guru dan kepala sekolah tingkat menengah atas agar siswanya tetap belajar.

“Sudahlah berikan kesempatan kepada kakak-kakak mahasiswa saja, tetap dalam kesantunan, dalam ketertiban dan objektivitas dari aspirasi yang ingin disampaikan,” ujarnya.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan sebelumnya mengatakan, Polisi akan mengedepankan pendekatan persuasif untuk menjaga situasi kondusif saat pengamanan demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPRD Jatim.

Karena itu, Polda Jatim memastikan tidak ada penggunaan senjata berbahaya pada pengamanan demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah di provinsi itu. Polisi tidak akan menggunakan peluru karet, apalagi peluru tajam saat pengamanan.

“Kami semua ingin unjuk rasa berjalan aman dan tertib. Karena itu, tidak ada peluru karet atau peluru tajam. Jadi silakan adik-adik mahasiswa menyuarakan aspirasinya dengan tertib,” katanya.

Ribuan massa dari gabungan elemen mahasiswa hari ini akan berdemonstrasi di depan Gedung DPRD Jatim di Jalan Indrapura Surabaya. Massa akan menyampaikan sejumlah tuntutan berupa penolakan beberapa rancangan undang-undang, antara lain RUU KUHP, Undang-Undang Pertanahan, UU Permasyarakatan, dan Ketenagakerjaan.

Selain itu, massa juga meminta pembatalan Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Undang-Undang Sumber Daya Air serta beberapa tuntutan lainnya.


Editor : Maria Christina