get app
inews
Aa Text
Read Next : Bupati Cilacap Pantau Langsung Pencarian Korban Longsor, 20 Orang Masih Tertimbun

Demo Pendirian Tower Seluler di Blitar Ricuh, Warga Marah gegara Tak Ditemui Bupati

Rabu, 08 Maret 2023 - 16:51:00 WIB
Demo Pendirian Tower Seluler di Blitar Ricuh, Warga Marah gegara Tak Ditemui Bupati
Warga peserta demo marah dan berusaha merobohkan pagar karena tak ditemui Bupati Blitar Rini Syarifah. (Solichan Arif).

BLITAR, iNews.id - Demo menolak pendirian pendirian tower seluler di Kantor Pemkab Blitar diwarnai kericuhan. Puluhan warga Dusun Tejo, Desa Babadan, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar itu marah dan mencoba merobohkan pagar kantor karena tak ditemui Bupati Blitar Rini Syarifah. 

Beruntung, aksi saling dorong itu berhasil dihalangi oleh sejumlah petugas. “Kami kecewa dengan Bupati Blitar yang tidak mau menemui warga,” ujar Korlap Aksi Joko Prasetyo menjelaskan alasan terjadinya kericuhan kepada wartawan, Rabu (8/3/2023).

Unjuk rasa berlangsung di Kantor Pemkab Blitar. Massa yang datang berbondong-bondong mengatasnamakan sebagai Gerakan Pembaharuan Indonesia (GPI).

Dalam orasinya, mereka mengeluhkan pendirian tower seluler di tengah pemukiman warga Dusun Tejo. Proses pendirian tower seluler dituding telah mengibuli warga.

Sebab pada awal sosialisasi tahun 2007, dikatakan pendirian tower hanya bersifat uji coba. Namun belakangan diketahui tower yang berdiri sudah mengalami perpanjangan kontrak tiga kali.

“Ternyata kontraknya diperpanjang tiga kali,” kata Joko. Selain proses pendirian yang dinilai akal-akalan, keberadaan tower seluler disinyalir berdampak pada kesehatan warga.

Sedikitnya ada 10 warga yang kini terus mengalami sakit-sakitan. Penyebab sakit diduga efek radiasi keberadaan tower seluler. Atas dasar semua itu, warga meminta Bupati Blitar Rini Syarifah mencabut izin (IMB) pendirian tower.

“Sangat berharap kebijakan bupati mencabut IMB, karena banyak warga mengalami gangguan kesehatan. Mulai ada yang stroke," ujar Joko.

Sayangnya Bupati Blitar Rini Syarifah yang diharapkan bisa menemui pengunjuk rasa, justru tidak terlihat. Pengunjuk rasa hanya ditemui sejumlah petugas Satpol PP yang berjaga di depan pintu Kantor Pemkab yang tertutup rapat.

Massa sontak meradang. Pagar besi kantor pemkab dicoba diterobos dengan mendorongnya bersama-sama. Aksi saling dorong tak terelakkan. Akibat tekanan keras, pagar besi kantor Pemkab Blitar nyaris roboh.

Editor: Ihya Ulumuddin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut