Demi Pria Idaman Lain, Istri di Sumenep Racun Suami hingga Tewas

Abdul Rahem ยท Senin, 04 Maret 2019 - 17:26 WIB
Demi Pria Idaman Lain, Istri di Sumenep Racun Suami hingga Tewas
HS dan pria selingkuhannya TG (kanan) ditangkap Polres Sumenep, Jatim karena bersama-sama meracuni suaminya. (Foto: iNews.id/Abdul Rahem)

SUMENEP, iNews.id - Kasus perselingkuhan berujung maut terjadi menggegerkan warga Desa Batang-Batang Laok, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jatim.

Aksi sadistis itu dilakukan HS dengan cara meracuni suaminya, MT hingga tewas demi melancarkan hubungan perselingkuhannya dengan TG.

Saat ini, HS yang sudah dikaruniai dua anak sudah ditangkap dan ditahan di Mapolres Sumenep untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kapolres Sumenep, AKBP Muslimin mengatakan, kasus tersebut terungkap beberapa bulan setelah kejadian yakni, pada 13 Desember 2018 lalu. Saat itu, keluarga korban melaporkan HS ke polisi karena curiga korban meninggal dengan tidak wajar.

Setelah itu, anggota Satreskrim melakukan penyelidikan dan olah TKP hingga membongkar mayat korban untuk dilakukan visum dengan melibatkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur.

“Pembunuhan dengan menggunakan racun, bahasa lokalnya sangkali. Oleh masyarakat kadangkala digunakan untuk menangkap ikan. Sangkali itu sama dengan sianida. Kita sempat bongkar makam, kemudian dicek ulang isi perutnya dan hasil uji labfor ada kesesuaian dengan sebab meninggalnya,” katanya, Senin (4/3/2019).

Dari hasil penelitian Labfor Polda Jatim, kata dia, dipastikan MT, suami pelaku tewas dengan racun siannida. “Dari bukti dan hasil penelitian tim Labfor, HS kita tangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Motifnya asmara,” ucapnya.

Muslimin mengungkapkan, motif HS meracuni suaminya hingga tewas karena perselingkuhan. HS saat itu menjalin hubungan dengan pria lain berinisial TG. “Pria selingkuhan pelaku ini menyuruh dan memberikan racun sianida kepada HS,” ucapnya.

HS ditangkap setelah polisi memastikan MT tewas karena racun. Sedangkan TG ditangkap dua pekan setelah kejadian itu di daerah Tangerang, Banten. Kedua tersangka akan dijerat Pasal 340 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.


Editor : Kastolani Marzuki