Cuaca Ekstrem Paksa Petani Padi di Magetan Panen Lebih Awal

Antara ยท Rabu, 26 Februari 2020 - 13:03 WIB
Cuaca Ekstrem Paksa Petani Padi di Magetan Panen Lebih Awal
Tanaman padi ambruk di Magetan, Jawa Timur. (Foto: Antara)

MAGETAN, iNews.id - Cuaca ekstrem memaksa petani di Magetan, Jawa Timur (Jatim) memanen padi lebih awal. Tanaman padi banyak yang roboh dan terendam air akibat curah hujan tinggi dan angin kencang.

Seperti petani padi di Desa Pojoksari, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan. Mereka memanen dini untuk meminimalisir kerugian.

Salah satu petani, Supriyanto mengatakan, jika tidak segera dipanen maka tanaman padinya yang sudah roboh tertiup angin akan membusuk terendam air.

"Ini sudah banyak yang roboh kena angin. Jadi kalau tidak cepat dipanen, gabahnya itu busuk karena banyak yang terkena tanah dan air akibat cuaca buruk," katanya, Selasa (25/2/2020).

Tanaman padi normalnya dapat dipanen pada usia 90-100 hari. Namun saat ini tanaman padi baru berusia 70-80 hari dari masa tanam.

Supriyanto mengaku produksi panen padi miliknya menurun 10 hingga 20 persen. Hal itu karena sebagian sudah rusak akibat roboh dan terendam air.

Padi yang sudah ambruk biasanya bulirnya banyak yang pecah serta berwarna hitam sehingga kurang laku di pasaran.

Tanaman padi yang rusak akibat cuaca ekstrem juga terjadi di Kecamatan Kartoharjo, Magetan. Alhasil, hasil panen petani di sini juga menurun.

Dari data BMKG, curah hujan yang tinggi masih akan terjadi hingga Maret 2020 seiring masuknya puncak musim hujan. Kondisi tersebut berpontensi menyebabkan banjir yang menggenangi area pertanian, jalan, dan permukiman.

Warga diimbau untuk waspada dan mengantisipasi bencana alam yang rawan ditimbulkan akibat cuaca buruk tersebut.


Editor : Umaya Khusniah