Cerita Mantan Kombatan ISIS Pujianto: Sempat Diminta Kembali Jadi Teroris Usai Bebas

Avirista Midaada · Jumat, 09 Desember 2022 - 15:11:00 WIB
Cerita Mantan Kombatan ISIS Pujianto: Sempat Diminta Kembali Jadi Teroris Usai Bebas
Mantan Kombatan ISIS Pujianto. (Foto: MPI/Avirista Midaada).

MALANG, iNews.id - Narapidana teroris (naipter) Pujianto alias Raider Bakiyah bertaubat dan kembali mengakui Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pujianto merupakan kombatan ISIS yang memiliki kemampuan merakit dan mengoperasikan berbagai jenis senjata api (senpi).

Warga Sumbermanjing Wetan ini mengisahkan sempat diamankan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri di Stasiun Kroya, Cilacap pada 2016 lalu. Kemudian ia menjalani hukuman di penjara dan dinyatakan bebas pada 2019 lalu.

Perjuangan panjang pun pascakebebasannya dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) diakui tak mudah. Pujianto mengaku sempat beberapa kali diminta bergabung lagi ke jaringan teroris, tempat ia dulu berkecimpung.

"Panjang itu karena pemahaman ranah ijtihadi, karena kalau teman-teman punya pemahaman seperti itu oke. Karena mereka punya ijtihad seperti itu, dan saya nggak mungkin menyalahkan kalau kamu salah," ucap Pujianto, saat ditemui di Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) Turen, Kabupaten Malang, pada Jumat (9/12/2022).

Jalan panjang Pujianto untuk mempertanyakan kebenaran pemahaman jihad yang ia anut itu masih terus dipelajari setelah bebas dari Lapas. Ia pun belajar ke beberapa ulama untuk memperdalam makna jihad yang identik dengan perbuatan teror itu. Dari sanalah dirinya bisa kembali ke jalan yang benar, dan benar-benar menjalankan deradikalisasi sesungguhnya pasca keluar Lapas.

"Kalau saya bisa kembali itu karena saya ingin belajar, apakah ternyata yang saya lakukan benar itu perlu proses yang sangat panjang, saya bertemu banyak ulama dan sangat panjang sekali. Akhirnya ternyata kalau toh seperti ini saya merasa baik-baik saja kenapa tidak," tuturnya.

Dirinya mengaku sempat dimusuhi dan dicap orang kafir oleh sesama teroris yang masih berkomunikasi saat ia keluar dari Lapas. Namun karena dirinya bertekad bulat untuk belajar pemahaman yang benar hal itu tak dihiraukannya.

"Pasti, mereka pasti akan mengkafirkan, memurtadkan orang-orang seperti kami yang sudah kembali ke NKRI. Konsekuensinya tidak main-main," katanya.

Bahkan ancaman dibunuh pernah diterimanya saat ia bebas dari Lapas dan diminta kembali masuk ke jaringan teroris. Namun sekali lagi Pujianto tetap kukuh pada prinsipnya untuk memahami konsep deradikalisasi.

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2

Follow Berita iNewsJatim di Google News

Bagikan Artikel: