get app
inews
Aa Text
Read Next : Pemkab Sitaro Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari usai Diterjang Banjir Bandang

Cerita Kepala BNPB Soal Ketua RT di NTT Selamatkan Warga dari Banjir Bandang

Senin, 12 April 2021 - 00:26:00 WIB
Cerita Kepala BNPB Soal Ketua RT di NTT Selamatkan Warga dari Banjir Bandang
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo (Avirista Midaada/MNC Portal)

MALANG,iNews.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengunjungi lokasi gempa bumi di Malang, Jawa Timur (Jatim). Di hadapan warga, Doni bercerita tentang ketua RT di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang  selamatkan warganya dari banjir bandang.

Menurut Doni, hal ini berkat adanya sistem siskamling.

"Seorang ketua RT, dini hari membangunkan semua warganya agar mengungsi ke tempat lebih tinggi. Apa yang terjadi? Ketika banjir bandang menerjang RT mereka, maka semuanya selamat, tidak ada korban," kata Doni Monardo di sela-sela kunjungannya memantau lokasi gempa di Ampelgading, Kabupaten Malang, pada Minggu sore (11/4/2021).

"Dibutuhkan kerelaan warga untuk membantu, menjadi petugas siskamling," lanjutnya. 

Doni menambahkan, sistem siskamling di malam hari perlu digalakkan warga untuk mengantisipasi adanya hal - hal yang tidak diinginkan, seperti bencana alam yang datang pada malam hari.

"Kalau bencana itu terjadi di siang hari masyarakat mungkin bakal lebih siap, tapi kalau malam hari dengan posisi tertidur beristirahat, itu yang bakal rawan potensi korban jiwa," kata Doni.

Maka piket malam dengan sistem siskamling ampuh meminimalisir adanya korban jiwa saat bencana terjadi malam hari.

"Diharapkan ada piket seperti siskamling, setiap malam warga berjaga untuk antisipasi risiko yang muncul. Apakah curah hujan yang tinggi, atau mungkin gempa yang besar. Dengan adanya piket ini, akan bisa menyelamatkan banyak jiwa. Contoh sudah banyak, beberapa daerah apakah itu di Sulawesi, termasuk di NTT tadi," kata dia.

Namun upaya pencegahan dini justru harus diajarkan ke masyarakat, misalnya di beberapa daerah menggunakan kearifan lokal menyiapkan kaleng di tempat tidurnya. Jadi bila ada getaran gempa maka kaleng itu akan jatuh dan menjadikan alarm alam bagi warga.

"Sehingga tidak perlu harus menunggu pemberitahuan dari pemerintah dan juga dari desa atau RT RW. Begitu terasa goyangan gempa 20 detik lebih langsung menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi. Tanpa menunggu pemberitahuan dari desa," kata dia.

Sebagai informasi banjir bandang yang menerjang NTT pada Minggu 4 April 2021 lalu terjadi pada pukul 01.00 WITA dini hari. Banjir bandang terjadi saat warga tengah beristirahat, hal ini menyebabkan banyaknya korban jiwa hingga mencapai 177 orang yang meninggal dan 45 orang dinyatakan masih hilang. 

Editor: Nur Ichsan Yuniarto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut