Catat! Pemprov Jatim Gelar Rapid Test Covid-19 Serentak Mulai Hari Ini

Ihya Ulumuddin · Jumat, 27 Maret 2020 - 10:15 WIB
Catat! Pemprov Jatim Gelar Rapid Test Covid-19 Serentak Mulai Hari Ini
Distribusi rapid test di Jawa Timur (Foto: Dok Humas Pemprov Jatim)

SURABAYA, iNews.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan menggelar rapid test serentak Covid-19 di 38 kabupaten/kota mulai Jumat (27/3/2020). Sebanyak 18.400 alat rapid test telah didistribusikan ke 65 rumah sakit rujukan.

Guberur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan alat rapid test yang didistribusikan merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan sebanyak 8.400 dan sebanyak 10.000 rapid test bantuan dari Yayasan Tzu Chi Buddha.

“Dari total rapid test yang ada di Jatim, sebanyak 18.400, malam ini yang kami bagi ke daerah ada sebanyak 16.600 untuk 65 rumah sakit rujukan sebanyak 9.500 dan 7.020 untuk dinas kesehatan kabupaten/kota di Jawa Timur. Sisanya sebanyak 1.800 kita gunakan untuk bufferstock,” kata Khofifah, Kamis (26/3/2020).

Khofifah menuturkan, pembagian alat rapid test ke rumah sakit rujukan ditentukan secara proporsional dengan melihat kebutuhan, jumlah ruang isolasi dan juga pasien Covid-19 yang dirawat. Baik yang positif covid-19, maupun dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) ataupun orang dengan pemantauan (ODP).

Dia menjelaskan, Kota Surabaya mendapatkan 32 box alat rapid test, kemudian untuk Kabupaten Tulungagung mendapatkan 38 box alat rapid test, serta Kota Malang mendapatkan kan 21 box alat rapid test. Dengan masing-masing box berisi 20 buah alat rapid test.

Sebagaimana diketahui, rapid test ini merupakan alat deteksi antibodi untuk virus corona jenis SARS-COV-2 yang menyebabkan penyakit covid-19 dengan melalui pengambilan sampel darah. Dengan alat ini, apakah seseorang terjangkit virus corona atau tidak, bisa diketahui hanya dalam waktu 15 menit hingga 20 menit.

“Prioritas pertama, adalah yang mengalami kontak erat risiko tinggi. Mereka adalah yang memiliki kontak dengan kasus konfirmasi positif covid-19. Termasuk di dalamnya adalah tenaga kesehatan, dokter, perawat dan juga yang mengantar dan membersihkan ruangan di tempat orang positif covid-19 dirawat,” ucapnya.

Selain itu, prioritas pertama tes yakni, mereka yang berada dalam satu ruangan yang sama dengan kasus positif mulai 2 hari sebelum kasus timbul sampai 14 hari setelah kasus timbul. Kemudian, orang yang bepergian bersama dengan segala jenis alat angkutan atau kendaraan mulai 2 hari sebelum kasus timbul sampai 14 hari setelah kasus timbul.

Priotitas kedua yakni mereka yang berstatus PDP, bila pemeriksaan PCR tidak memungkinkan dilakukan atau memerlukan waktu yang lama. Lalu prioritas ketiga ODP, sedangkan jenjang prioritas keempat adalah mereka yang memiliki kontak erat risiko rendah.

“Bagi rumah sakit yang sudah mendapatkan alat rapid test, maka saya minta untuk segera melakukan rapid test virus corona ini. Akan tetapi penting diingat jangan sampai tesnya dilakukan secara massal dan malah membuat pusat keramaian baru. Tetap jaga jarak aman,” ucap Khofifah.

Sebagaimana diketahui, per Kamis (26/3), total kasus positif covid-19 di Jawa Timur mencapai 59 orang. Dengan 8 tambahan kasus positif baru yang tersebar 2 di Surabaya, 3 di Sidoarjo, 2 di Kediri dan 1 di Gresik.

Dengan begitu saat ini untuk rincian perkembangan kasus covid-19 positif di Surabaya ada 33 orang, di Kabupaten Sidoarjo ada 8 orang, di Magetan ada 8 orang, Kabupaten Malang ada 4 orang, Kabupaten Kediri 2 orang, dan Kota Malang 2, Kabupaten Blitar ada 1 orang serta Gresik ada 1 orang.

Sedangkan yang terkonfirmasi PDP di Jatim 221 orang dan untuk ODP sebanyak 3.055 orang. Dari total jumlah kasus positif Covid-19 di Jatim, 7 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh. Sedangkan untuk kasus positif yang meninggal menjadi 3 orang yaitu 1 orang dari Surabaya, 1 orang dari Sidoarjo dan 1 orang dari Malang.


Editor : Nani Suherni