Pilkades Sidoarjo Ditunda sampai Batas Waktu yang Belum Ditentukan

Antara ยท Kamis, 26 Maret 2020 - 20:39 WIB
Pilkades Sidoarjo Ditunda sampai Batas Waktu yang Belum Ditentukan
Rapat bersama Forkopimda Kabupaten Sidoarjo, di Pendopo Kabupaten Sidoarjo. (Foto: Antara)

SIDOARJO, iNews.id – Agenda pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) terpaksa ditunda akibat merebaknya virus corona. Seharusnya pilkades serentak ini dilakukan pada 19 April 2020, namun ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin, mengatakan keputusan ini diambil untuk menyikapi surat Menteri Dalam Negeri terkait saran dan imbauan penundaan pilkades serentak. Meski demikian dia yakin batas penundaan ini tida lama dan akan segera dilaksanakan saat kondisi membail.

"Penundaan tersebut juga berdasarkan rujukan surat dari BNPB yang menetapkan kondisi darurat nasional karena pandemi COVID-19," katanya, Kamis (26/3/2020).
Dia menambahkan, meski dilakukan penundaan, tahapan-tahapan pilkades yang tidak melibatkan banyak orang tetap berjalan dan diselesaikan.
Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa Kabupaten Sidoarjo, Heru Sultan juga menerima apa yang sudah menjadi keputusan bersama. Pihaknya juga minta supaya Pemerintah Kabupaten Sidoarjo segera membuat surat penundaan dan segera dikirim ke desa-desa.

"Kami sepenuhnya menerima keputusan dari pemerintah, jika memang pilihan yang terbaik adalah ditunda maka kami ikuti, kami minta pemkab segera membuat surat secara resmi dan dikirim ke desa-desa," katanya.

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji mengatakan penundaan pilkades didasarkan pada Maklumat Kapolri yang salah satu isinya adalah membubarkan jika ada warga yang berkerumun. Pilkades serentak sangat berpotensi tempat berkumpulnya masyarakat, dikhawatirkan akan berpotensi penyebaran COVID-19.

"Kami dari kepolisian menyarankan pilkades serentak di Sidoarjo lebih baik ditunda sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan kondisi aman oleh pemerintah pusat," ujar Sumardji.

Saran yang sama juga disampaikan Kajari Sidoarjo Setiawan, Budi Cahyono. Keputusan ini sudah melalui perhitungan yang matang dan memikirkan kebaikan yang lebih besar.

"Saran kami ikuti saja surat dari Menteri Dalam Negeri yaitu ditunda dulu, situasi sekarang masih darurat nasional lebih baik fokus bersama menangani pandemi COVID-19 di Sidoarjo," katanya.


Editor : Umaya Khusniah