Bripka Andreas, Korban Serangan Pos Polisi Diajukan Dapat Penghargaan

Ihya Ulumuddin ยท Rabu, 21 November 2018 - 20:36 WIB
Bripka Andreas, Korban Serangan Pos Polisi Diajukan Dapat Penghargaan
Bripka Andreas, polisi korban penyerangan di Lamongan saat dijenguk Bupati Lamongan, Fadeli dan Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung, Rabu (21/11/2018). (Foto: iNews/Rahmat Ilyasan)

SURABAYA, iNews.id - Bripka Andreas, anggota polisi yang jadi korban penyerangan oleh dua pelaku di Pekalongan diajukan untuk mendapat penghargaan dari Mabes Polri. Dalam kondisi terluka, Andreas masih berusaha mengejar pelaku dengan motornya hingga akhirnya keduanya berhasil dibekuk polisi.

Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung mengatakan, aksi heroik Bripka Andreas telah memotivasi Polri untuk memberantas tindak terorisme. Menurut Feby, tindakan Andreas yang mengejar pelaku dalam kondisi luka merupakan tuntutan dia sebagai aparat penegak hukum. 

"Saat ini, Kapolda Jatim sudah mengajukan adanya penghargaan bagi Bripka Andreas atas aksi heroiknya ke Mabes Polri. Kami belum tahu bentuk penghargaannya seperti apa. Tapi kami berharap yang terbaik bagi Bripka Andreas," katanya usai menjenguk Bripka Andreas, Rabu (21/11/2018).

Terkait kondisi terakhir Bripka Andreas, Feby mengaku saat ini masih akan dilakukan observasi ulang dari tim dokter RS Bhayangkara. “Rencananya, yang akan diobservasi adalah mata bagian kanan, khususnya kornea,” katanya. 


Sebelumnya, tim dokter sudah melakukan operasi atas mata kanan Bripka Andreas yang luka akibat terkena kelereng yang dilempar pelaku ke pos polisi depan WBL. Usai dioperasi, kondisi kesehatan Bripka Andreas, berangsur membaik. Anggota Unit Lantas Polsek Paciran ini juga sudah sadar dan bisa diajak berkomunikasi. 

"Kondisinya sudah membaik. Bapak Kapolda juga sudah mengecek dan memastikan tidak ada masalah pada mata korban yang terkena kelereng," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Rabu (21/11/2018). 

Barung juga memastikan bahwa kornea mata Bripka Andreas tidak pecah atau terbelah sebagaimana dikhawatirkan. Pasalnya, lesatan kelereng dari ketapel itu cukup keras dan tepat mengenai bola mata. 

"Operasinya berhasil. Dan tim dokter Rumah Sakit Bhayangkara memastikan bahwa luka di mata korban tepatnya di bagian korneanya tersebut tidak terpengaruh dan tidak terbelah di dalamnya. Namun korban saat ini memang perlu perawatan yang intensif karena ini yang kena mata," katanya. 

Pascainsiden penyerangan itu, Bripka Andreas langsung dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi. Tindakan medis ini diambil lantaran mata bagian kanan korban terluka parah terkena kelereng dari ketapel yang dilesatkan pelaku.


Editor : Himas Puspito Putra