Bocah di Blitar Tewas Diduga akibat Suara Keras Sound System Hajatan

Solichan Arif ยท Selasa, 26 Februari 2019 - 19:32 WIB
Bocah di Blitar Tewas Diduga akibat Suara Keras Sound System Hajatan
Warga dan petugas Polres Blitar mengevakuasi jenazah AK, bocah yang tewas akibat suara sound system di Blitar, Jatim. (Foto: istimewa)

BLITAR, iNews.id – Tragis. Bocah berusia 9 tahun, KA ditemukan tak bernyawa di bawah sound system acara hajatan warga di Dusun Sumberejo, Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Bocah tersebut tewas ketika sound system sedang dibunyikan dengan suara yang sangat keras. Polres Blitar yang mendapat laporan itu langsung mendatangi lokasi dan memeriksa korban.

Hasilnya, dari pemeriksaan tim medis diketahui bocah itu tewas diduga akibat serangan jantung yang dipicu suara keras dari sound system. "Diduga karena sakit jantung," ujar Kasubag Humas Polres Blitar, Iptu M Burhanuddin dalam keterangan tertulisnya Selasa (26/2/2019). 

Peristiwa memilukan itu terjadi Senin (25/2/2019) sore. Awalnya, KA sempat diduga tertidur oleh beberapa warga. Bocah yang dikenal hiperaktif itu tengkurap, di bawah salon (audio) yang tengah mengeluarkan suara keras. 

Oleh saksi, Tri Basofi Choirul Anwar (23) korban didekati. Karena curiga ada hal yang tidak beres, Anwar memanggil Dian Safana (27) saksi lain.

Saat diangkat untuk dibaringkan ke tempat yang lebih nyaman, diduga korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. "Dari pemeriksaan puskesmas tidak ditemukan luka luar maupun tanda tanda kekerasan," kata Burhanuddin. 

Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda kemungkinan kematian korban akibat tersengat aliran listrik. Kendati demikian, jenazah KA sempat dibawa ke puskesmas untuk menjalani visum. Namun tidak dilakukan autopsi lantaran ditolak pihak keluarga melaluui pernyataan tertulis keluarga yang disaksikan langsung kepala desa setempat.

"Pihak keluarga menerima kematian dan tidak menghendaki autopsi," tulis Burhanuddin. Dengan penolakan itu, aparat kepolisian tidak melanjutkan penyelidikan.

Informasi yang dihimpun, KA tergolong bocah hiperaktif yang cukup bandel. Di lingkungannya, dikenal sebagai perokok. Bahkan pernah ada yang melihat KA menenggak air sisa aki bekas.

Kendati demikian, bocah 9 tahun itu selalu tampak sehat. Kebandelan korban diduga dipengaruhi kondisi orang tua dan saudaranya yang menderita gangguan mental. Orang tuanya bekerja sebagai pemulung.

"Kalau korban kondisinya normal. Hanya hiperaktif," ucap Sholikin selaku perangkat Desa Karangrejo, Kecamatan Garum. 


Editor : Kastolani Marzuki