BNNP Jatim Gerebek Gudang Narkoba di Surabaya, 8 Kg Sabu Disita

Yudha Prawira ยท Rabu, 09 September 2020 - 22:58 WIB
BNNP Jatim Gerebek Gudang Narkoba di Surabaya, 8 Kg Sabu Disita
Petugas BNNP Jatim menunjukan barang bukti 8 kg sabu yang disita dari penggerebekan gudang narkoba di Surabaya. (Foto: iNews/Yudha Prawira)

SURABAYA, iNews.id - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim menggerebek gudang diduga penyimpanan sabu di sebuah ruko kawsaan Gunung Anyar, Surabaya, Rabu (9/9/2020). Dari penggerebekan itu, petugas BNNP menyita 8 kg sabu yang dikemas dalam bungkus magnesium.

Petugas juga menangkap tiga orang dari dalam gudang. Ketiga orang itu dibawa ke markas BNNP untuk diperiksa lebih lanjut.

"Dari penggerebekan ini kami menangkap tiga orang tersangka dan menyita barang bukti sabu-sabu seberat delapan kilogram," ungkap Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Priambadha.

Tiga tersangka yang ditangkap yakni, Ridwan asal Sampang; Suwoto warga Jember; dan Septian, warga Semarang, Jawa Tengah.

“Tersangka Ridwan dan Suwoto ini berperan sebagai kurir, sementara Septian adalah penjaga gudang tersebut,” ujarnya.

Bambang mengungkapkan, penggerebekan bermula informasi yang didapat dari masyarakat terkait pengiriman narkoba di Surabaya dan Madura.

"Dari informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan hingga ke Jember," katanya.

Setelah melakukan pengintaian, didapati dua tersangka Ridwan dan Suwoto yang berasal dari Sampang dan Jember yang melakukan pengiriman ke Surabaya.

"Setelah itu kami menemukan gudang penyimpanan sabu-sabu di Surabaya. Di sini ditemukan delapan kilogram sabu-sabu yang dibungkus magnesium dari jaringan asal Malaysia," ungkapnya.

Dalam penggerebekan tersebut ditemukan tujuh karton besar sabu-sabu yang dibungkus magnesium.

"Sabu-sabu tersebut dikirim dari Malaysia ke gudang. Dari gudang dikirim ke pemesan yang ada di Surabaya dan Madura. Dari situ kami belum kembangkan kandungan apa yang ada di bungkus magnesium tersebut," ucap dia.

Para pelaku, lanjut dia, diimingi-imingi upah sebesar Rp30 juta untuk mengirim sabu-sabu tersebut.

Tersangka Suwoto mengaku dirinya disuruh seseorang untuk mengambil barang dengan imbalan uang, namun dia tidak mengetahui barang apa yang diambilnya.

"Disuruh ambil. Saya tidak tahu barang apa. Saya benci sabu-sabu. Imbalan-nya Rp30 juta. Masalah sabu saya kurang paham. Baru tadi. Baru ambil satu kali," katanya.


Editor : Kastolani Marzuki