BMKG Tambah 4 Seismograf di Jatim, Informasi Gempa-Tsunami Makin Cepat

Ihya Ulumuddin ยท Selasa, 25 Februari 2020 - 01:00 WIB
BMKG Tambah 4 Seismograf di Jatim, Informasi Gempa-Tsunami Makin Cepat
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati bertemu dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menambah emat unit seismograf (alat pendeteksi gempa) di Jawa Timur. Tambahan peralatan tersebut dilakukan agar informasi gempa bisa segera disampaikan, terutama di wilayah rawan tsunami.

Tambahan empat seismograf tersebut masing-masing tersebar di wilayah Malang, Ponorogo, Pamekasan dan Sumenep. Dengan penambahan empat alat baru itu, maka Jatim sudah mempunyai 32 seismograf.

“Target penambahan ini untuk meningkatkan kecepatan dalam menginformasikan gempa. Dari lima menit menjadi tiga menit,” kata Kepala Pusat Seismologi, Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Bambang, Setyo Prayitno, seusai pertemuan dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Senin (24/2/2020).

Bambang menjelaskan, dengan bertambahnya alat tersebut, maka getaran gempa sekecil apapun bisa diinformasikan kepada masyarakat dengan waktu cepat. “Kalau sebelumnya informasi itu 5 manit, maka dengan tambahan alat ini bisa menjadi empat atau tiga menit,” tuturnya.

Bambang mengakui, selama ini, pihaknya sering mengalami kendala dalam menginformasikan kondisi gempa. Ini terjadi karena beberapa seismograf kerap rusak dan dicuri pihak yang tidak bertanggung jawab.

Menurut Bambang, Jatim merupakan wilayah yang dilalui sesar aktif, sehingga rawan terjadi gempa bumi. Karena itu, masyarakat harus cepat menerima informasi tersebut, terutama untuk menghindari ancaman tsunami, jika gempa tersebut terjadi di laut atau pesisir Jatim.

Sebelumnya, BMKG bertemu dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi. Acara bertajuk silaturrahim itu dilakukan untuk menyampaikan informasi seputar gempa serta penyerahan buku Katalog Gempa Bumi. Buku Katalog itu terdapat data gempa bumi yang pernah terjadi di Indonesia dari tahun 1800.


Editor : Kastolani Marzuki