Bertemu BMKG, Risma Klaim Suhu di Surabaya Turun 2 Derajat Celcius

Ihya Ulumuddin ยท Senin, 24 Februari 2020 - 17:45 WIB
Bertemu BMKG, Risma Klaim Suhu di Surabaya Turun 2 Derajat Celcius
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima kenang-kenangan dari Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Balai Kota Surabaya, Senin (24/2/2020). (Foto: iNews/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.idWali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengklaim suhu udara di Kota Surabaya turun dua derajat Celcius. Klaim Risma ini disampaikan saat bertemu sejumlah pejabat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Balai Kota Surabaya, Senin (24/2/2020).

Risma mengatakan, pada saat awal-awal menjabat Wali Kota Surabaya, suhu di Surabaya di kisaran 30-31 derajat Celcius. Namun, banyaknya pembangunan ruang terbuka hijau, lambat laun suhunya semakin turun hingga 28-29 derajat Celcius.

“RTH ini terus ditambah, sampai suatu saat nanti, suhu Surabaya bisa mencapai 22 derajat Celcius,” katanya.

Risma memastikan akan terus menambah ruang terbuka hijau di Surabaya hingga mencapai 30 persen RTH untuk publik. Bagi dia, target itu sangat realistis mengingat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memanfaatkan lahan-lahan kosong dan sepadan sungai untuk dijadikan taman.

“Target kami memang 30 persen luas wilayah Surabaya terdiri dari RTH untuk publik. Supaya terus turun suhunya,” ujarnya.

Risma mengatakan, hingga tahun 2018, luas RTH di Surabaya 7.290,53 hektare (Ha), atau sama dengan 21,79 persen dari luas wilayah Kota Surabaya. Jumlah tersebut terdiri dari luas RTH Makam sudah mencapai 283,53 Ha; RTH lapangan dan stadion 355,91 Ha: RTH waduk atau bozem 192,06 Ha; RTH fasum dan fasos permukiman 205,50 Ha; RTH kawasan lindung 4.548,59 Ha; RTH hutan kota 55,81 Ha; dan RTH taman dan jalur hijau (JH) 1.649,10 Ha.

“Jumlah ini semakin banyak di tahun 2019 hingga saat  ini, karena kami terus mengembangkan ruang terbuka hijau itu,” katanya.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengapresiasi turunnya suhu di Kota Surabaya. Sebab, saat di berbagai negara berlomba-lomba menekan suhunya supaya tidak naik hingga dua derajat Celsius, di Surabaya fenomenanya justru terbalik. Mengalami penurunan hingga dua derajat Celsius

“Ini sesuatu yang sangat fenomenal dan benar-benar langka apabila kita cari di belahan bumi mana pun. Sehingga ini perlu diapresiasi setinggi-tingginya,” katanya.

Menurutnya, fenomena di Surabaya ini sangat unik. Sebab, meskipun di Surabaya ada industri dan transportasi, tapi suhunya berhasil ditekan. Karena itu, dia menyampaikan bahwa informasi tersebut perlu disebarluaskan ke seluruh penjuru dunia.

“Harus banyak orang yang belajar dari sini. Ini penghargaan kepada Bu Wali yang telah sukses beradaptasi dalam mengatasi perubahan iklim global. Ternyata rahasianya sudah dibongkar juga tadi, yaitu penghijauan, penghijauan dan penghijauan,” ujarnya.

Dwikorita menyampaikan bahwa salah satu tujuan datang ke Surabaya adalah untuk menyerahkan Buku Katalog Gempa Bumi kepada Wali Kota Risma. Buku Katalog itu terdapat data gempa bumi yang pernah terjadi di Indonesia dari tahun 1800.

“Dalam buku tersebut, gempa dimana saja sampai level kecamatan pun ada. Ini kita berikan kepada Bu Wali,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki