BIN Perpanjang Rapid Test Massal di Kawasan Zona Merah Covid-19 di Surabaya

Antara ยท Minggu, 07 Juni 2020 - 09:49 WIB
BIN Perpanjang Rapid Test Massal di Kawasan Zona Merah Covid-19 di Surabaya
Warga menjalani rapid test yang digelar Badan Intelijen Negara (BIN) di kawasan Kenjeran dan wisata religi Sunan Ampel Kota Surabaya, Jatim, Sabtu (6/6/2020). (FOTO: Antara/HO-Humas Pemkot Surabaya)

SURABAYA, iNews.id - Badan Intelijen Negara (BIN) memperpanjang rapid test massal dan swab di kawasan zona merah penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya, Jawa Timur hingga satu minggu ke depan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Surabaya.

"Untuk lokasinya bakal diutamakan pada wilayah pemukiman yang dinilai ada pandemi," ujar Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Irvan Widyanto, Minggu (7/6/2020).

Menurutnya, ada 34 klaster pemukiman di Kota Surabaya yang perlu dilakukan rapid test atau uji cepat massal. Dari pelaksanaan tes massal yang digelar BIN selama sembilan hari, Irvan menyebut sudah menjangkau di sebagian besar klaster pemukiman.

Untuk itu, bagi warga yang hasil uji cepatnya dinyatakan reaktif, maka Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya langsung melakukan tracing atau pelacakan dan pendataan serta mengarahkan warga itu untuk isolasi mandiri.

Irvan menyebut, jika kondisi rumah tidak layak untuk ruang isolasi, pemkot telah menyediakan tempat di hotel. Namun begitu, jika rumah dalam kondisi layak, mereka diminta untuk isolasi mandiri di rumah dengan pemantauan Puskesmas setempat.

"Isolasi mandiri bukan hanya diawasi teman-teman pemerintah kota, TNI dan Polri, tapi sekarang juga diawasi warga dengan terbentuknya Kampung Wani Jogo Suroboyo," ujarnya.

Sementara itu, anggota BIN di Jatim yang enggan disebut namanya membenarkan jika tes massal Covid-19 diperpanjang sampai curva di Surabaya melandai.

"Untuk hari ini ada dua kegiatan tes massal digelar di Kecamatan Kenjeran dan depan kantor SCTV Jalan Patimura," katanya.

Pelaksanaan rapid test massal Covid-19 di Kenjeran Surabaya diikuti 711 orang pada Sabtu (6/6/2020). Dari jumlah tersebut, yang dinyatakan reaktif sekitar 152 orang (21,4 persen. Sementara rapid test di Teminal Bus Sunan Ampel Surabaya diikuti 835 orang dan yang dinyatakan reaktif 109 orang (13,1 persen).


Editor : Donald Karouw