Bencana Angin Kencang di Batu, BPBD: Ini Fenomena Musim Pancaroba

Deni Irwansyah ยท Senin, 21 Oktober 2019 - 12:57 WIB
Bencana Angin Kencang di Batu, BPBD: Ini Fenomena Musim Pancaroba
Bencana angin kencang merobohkan sejumlah bangunan di Desa Sumberbrantas Kota Batu Jatim. (Foto: iNews.id/Ihya Ulumddin).

BATU, iNews.id - Bencana angin kencang di kawasan Desa Sumberbrantas, Kota Batu, Jawa Timur (Jatim), dinilai sebagai fenomena alam jelang pergantian musim. Kecepatan angin mencapai 45 kilometer lebih berpotensi menimbulkan kerusakan.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Wahyu Subandiyono mengatakan, hasil koordinasi BPBD Jatim dan BMKG Karangploso Malang, fenomena badai atau angin kencang ini akibat perubahan cuaca dari kemarau panjang ke musim penghujan.

"Kondisi ini terjadi tidak lama, memang di ujung-ujung musim kemarau dan akan memasuki musim penghujan. Tapi tetap harus diwaspadai," kata Wahyu kepada iNews di Kantor BPBD Kota Batu, Jatim, Senin (21/10/2019).

Menurut dia, hasil koordinasi dengan BMKG, badai tersebut mesti diwaspadai lantaran kecepatan angin yang mencapai 45 kilometer lebih dengan empasan horizontal. Kondisi ini mampu menyebabkan pohon tumbang dan bangunan roboh.

Bantuan tiba di Kantor BPBD Batu untuk selanjutnya disalurkan ke tujuh posko pengungsian korban angin kencang di Desa Sumberbrantas. (Foto: iNews).

Wahyu mengatakan, selain tertimpa pohon tumbang atau bangunan roboh, dia juga mengimbau masyarakat berhati-hati dalam membakar sesuatu. Sebab, kondisi angin yang kencang akan membawa api merembet dan dapat menimbulkan kebakaran.

"Termasuk juga dalam mewaspadai kebakaran hutan. Proses pemadaman pasti akan sulit, karena angin berkecepatan tinggi di sekitar lokasi tersebut," ujar dia.

Sementera ini, kata dia, pihak BPBD bersama jajaran pemerintah daerah (pemda) dan TNI - Polri sudah melakukan penanganan terhadap para korban. Ada tujuh posko yang didirikan untuk menampung para pengungsi di area terdampak bencana.

"Saat ini tercatat ada 1.270 orang pengungsi yang tersebar di tujuh lokasi," katanya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal